Untuk Kurangi Tindak Kekerasan Aparat Saat Proses Hukum, Kontras Akan Audiensi Dengan Mabes Polri

1
Konferensi Pers di Kantor Kontras

Jakarta – Sebagai upaya untuk mengurangi tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat saat proses hukum, Kontras dan para korban kekerasan yang diduga dilakukan aparat penegak hukum berencana melakukan audiensi ke Mabes Polri. Rencananya, audiensi akan dimulai pada pada pukul 09.00 Senin (06/12).

Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil Politik Kontras Putri Kanesia mengungkapkan, Kontras telah menjadwalkan menemui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie. “Saat audiensi, kami juga akan menyerahkan secara simbolik poster anti penyiksaan saat pemeriksaan,” katanya di kantor Kontras di Jakarta, Sabtu (06/12).

Dengan adanya audiensi tersebut, dia berharap, nantinya tidak akan ada lagi oknum aparat penegak hukum melakukan tindak kekerasan saat menjalankan proses hukum dengan implementasi aturan internal yang kuat.

Selain itu, dia juga mengusulkan, setiap keterangan yang diperoleh dari tindak kekerasan tidak boleh lagi dijadikan alat bukti di pengadilan. “Karena rentan rekayasa kasus,” pungkasnya.

Salah satu yang bisa dilakukan Polri untuk menertibkan jajaran dibawahnya antara lain dengan menindak oknum aparat pelaku tindak kekerasan dengan hukuman pidana. “Tidak hanya berhenti pada mekanisme etik saja,” tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Kontras, selama empat tahun terakhir masih terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat. Antara rentang 2010-2011, 31 oknum Polri, 7 oknum TNI dan 18 oknum petugas lapas menjadi pelaku tindak kekerasan. Tahun 2011-2012, terdapat 14 oknum Polri, 60 oknum TNI dan 12 oknum petugas lapas menjadi pelaku tindak kekerasan. Sementara, pada tahun 2012-2013, sebanyak 55 oknum Polri, 10 oknum TNI dan 35 oknum petugas lapas menjadi pelaku tindak kekerasan. Terakhir, pada tahun 2013-2014, sebanyak 80 oknum Polri, 10 oknum TNI dan 18 oknum petugas lapas menjadi pelaku tindak kekerasan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca