Sebagai Dirjen Pajak Hadi Purnomo Hanya Loloskan SKPN BCA

0

Abraham Samad

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menjelasakan, sebegai Dirjen Pajak Hadi Purnomo pada tahun 2004 hanya meneriman keberatan Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan (PPH) sementara ada Bank-Bank lain yang mengajukan tapi ditolak.

[ads1][ads2]

“Jadi ada beberapa bank yang juga mengajukan keberatan dan permasalahannya sama dengan BCA, tapi kemudian bank-bank yang lain itu keberatannya ditolak. Namun dalam kasus BCA, keberatan pajak BCA itu diterima. Ini duduk persoalan dari kasus tersebut” ujar Samad,  di Gedung KPK, Senin (21/4) malam.

Dijelaskan juga oleh Samad, Hadi sudah mengabaikan fakta yang disampaikan oleh Direktorat Pajak Penghasilan (PPh) yang menolak keberatan SKPN BCA dan Bank lainnya.

“Saudara HP (Hadi Purnomo) selaku dirjen pajak yang sekarang ini menjabat sebagai ketua BPK, mengabaikan adanya fakta bahwa materi keberatan yang sama dengan BCA telah diajukan oleh bank lain diputuskan untuk ditolak,” tambah Abraham.

Hadi Purnomo, diduga telah mengeluarkan nota dinas yang meminta Direktur PPh suntuk merubah rekomendasi menolak atas SKPN BCA menjadi menerima.

“Kesimpulan yang dibuat direktur PPH bahwa keberatan wajib pajak BCA ditolak, dalam hal ini saudara HP (Hadi Poernomo), itu justru kebalikannya. Dia meminta kepada direktur PPH selaku pejabat penelaah melalui nota dinas itu, mengubah kesimpulan hasil telaah wajib pajak BCA yang semula ditolak menjadi menerima seluruh keberatan. Disitulah peran Dirjen Pajak saudara HP,” ujar Abraham.

Sebagaimana diketahui KPK menetapkan Hadi yang pada hari Senin (21/4) pensiun dari BPK sekaligus merayakan ulang tahunnya ke-67, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas SKPN PPh Badan PT BCA, Tbk tahun pajak 1999, saat ia masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pajak 2002-2004.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca