Pusat Sejarah Konstitusi MK Secara Resmi Dibuka Untuk Umum

1

Jakarta – Pusat Sejarah Konstitusi (Puskon) Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi dibuka untuk umum sejak hari ini, Jumat (19/12).

Peresmian Pusat Sejarah Konstitusi dilakukan di gedung MK, dengan penandatanganan prasasti secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berkeliling melihat secara langsung area Pusat Sejarah Konstitusi. Ketua MK, Hamdan Zoelva turut mendampingi Presiden.

Dalam sambutannya, Ketua MK Hamdan Zoelva mengungkapkan, di seluruh negara di dunia konstitusi menempati posisi sentral dan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan negara.

Selain menjadi pegangan dasar dalam bernegara, konstitusi juga mengatur bagaimana negara di jalankan. “Dalam konstitusi, ide-ide dasar pendiri negara dibuat,” katanya saat peresmian Pusat Sejarah Konstitusi di Kantor MK di Jakarta, Jumat (19/12).

Menurutnya, sejarah konstitusi UUD 1945 setidaknya memuat dua hal, yaitu sejarah yang sifatnya deklaratif dan sejarah yang sifatnya futuristik. Seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang tertuang pernyataan kemerdekaan Indonesia. “Kiranya kedua dimensi inilah yang harus mengisi sejarah konstitusi,” pungkasnya.

Oleh karena itu, MK juga merasa perlu ikut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang UUD 45. Apalagi, jika dihitung sejak MK resmi terbentuk, tahun ini MK sudah menginjak usia 11 tahun dan masih tergolong usia yang sangat muda. “MK dalam menjalankan tugasnya bisa lancar, jika didukung pengetahuan, pemahaman dan kesadaran yang baik di masyarakat tentang konstitusi dan bagaimana cara beracara di MK,” tukasnya.

Sebagai informasi, di pusat sejarah konstitusi yang dibangun di ara seluas 1.462,5 meter persegi ini tersimpan dokumentasi yang menyangkut perjalanan sejarah konstitusi Indonesia. Pembangunan pusat sejarah konstitusi ditujukan sebagai media pembelajaran untuk memahami konstitusi Indonesia serta sejarah MK.

Pusat sejarah konstitusi terbagi menjadi delapan zona. Tujuh dari delapan zona tersebut berada di area lantai 5 Mahkamah Konstitusi, yang terdiri dari Zona pra Kemerdekaan, Zona Kemerdekaan, Zona Undang-Undang Dasar tahun 1945, Zona Konstitusi RIS, Zona Undang-Undang Dasar Sementara 1950, Zona Kembali ke UUD 1945, serta Zona Perubahan UUD 1945.

Sedangkan Zona terakhir berada terpisah, yaitu di lantai 6 Gedung MK. Zona terakhir ini berisi informasi tentang sejarah MK. Antara lain tentang proses pembentukan MK, peristiwa penting dalam perjalanan sejarah MK, serta berbagai putusan penting yang berhasil dikeluarkan oleh MK.

Masyarakat bisa mngunjungi secara langsung Pusat Sejarah Konstitusi yang berada di Gedung Mahkamah Konstitusi ini. Kunjungan ke Pusat Sejarah Konstitusi MK tidak dipungut biaya alias gratis.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca