Presiden Jokowi Pilih Palguna, Mantan Kader PDIP Sebagai Hakim MK

0
Prof. Saldi Isra (dua dari kanan) Ketua Pansel calon Hakim MK

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk I Dewa Gede Palguna sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari unsur pemerintah menggantikan Hamdan Zoelva yang jabatannya akan berakhir 7 Januari 2015.

“Presiden tetapkan bahwa anggota MK yang baru dari unsur pemerintah adalah Palguna,” jelas Pratikno di Kantor Sekretaris Negara, Selasa (6/1).

Dijelaskan juga oleh Mensesneg penunjukan Palguna telah melalui pertimbangan yang matang oleh Presiden dengan memperhatikan pertimbangan Panitia Seleksi (Pansel) Hakim MK. Surat Keputusan Presiden (Kepres) tentang pengangkatan Palguna telah ditandatangani Jokowi pada Selasa (6/1) siang ini.

Pratikno menjelaskan, dari dua calon yang diajukan oleh Pansel keduanya sama baiknya, tidak ada hal yang negatif sehingga yang satunya akhirnya tidak ditunjuk.

“Selain penilaian normatif, kompetensi, independensi, integritas, tetapi juga tantangan MK ke depan. Jadi, ketika pansel serahkan nama itu juga dijelaskan bagaimana penilaian pansel terhadap calon-calon yang ada, tentu saja dua calon adalah yang terbaik menurut pansel,” ungkap Pratikno.

Calon lain yang diajukan Pansel kepada Presiden selain Palguna adalah Yuliandri Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.

Palguna adalah Dosen Hukum Tata Negara Universitas Udayana Denpasar, yang juga pernah menjadi Hakim MK pada periode 2003 – 2008. Selain itu Palguna adalah juga mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Mengenai latar belakang Palguna yang mantan kader PDIP, dijelaskan oleh Pratikno semua sudah dipercayakan kepada Pansel, termasuk proses pengecekan independensi dari calon. Termasuk pansel telah melakukan konfirmasi kepada Palguna atas laporan masyarakat terkait dirinya.

Selain telah menetapkan Hakim MK dari unsur pemerintah, Jokowi juga sudah mengeluarkan keputusan pengangkatan Hakim MK dari unsur Mahkamah Agung, yaitu Suhartoyo, yang menggantikan Ahmad Fadhil Sumadi. Pengangkatan Suhartoyo sesuai dengan rekomendasi dari Mahkamah Agung yang hanya mengusulkan satu nama.

“Keduanya akan diambil sumpah dan janjinya besok pada tanggal 7, tanggal ini persis pada tanggal dulu ketika beliau-beliau yang digantikan ini di SK-kan dan dilantik,” jelas Pratikno.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini