Presiden Jokowi Didesak Bersikap Tegas

0
Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua

Jakarta – Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa bersikap tegas mencermati kasus yang dialami Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

“Oleh karenanya, hendaknya Presiden mengambil sikap tegas, apakah menetapkan Keppres non aktif, atau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan),” katanya usai menemui pimpinan KPK di Gedung KPK Jakarta, Senin (26/01).

Menurutnya, penerbitan Keppres penonaktifan terhadap Bambang Widjojanto akan membuat proses hukum terhadap pimpinan KPK itu tidak menggantung setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun demikian, Presiden Jokowi juga bisa menempuh langkah lain, agar kerja KPK tidak terganggu. “Tapi, kalau merasa bahwa itu adalah rekayasa, segera juga memerintahkan Mabes Polri SP3, supaya kemudian pimpinan KPK bisa bekerja dengan baik,” pungkasnya.

Dia menambahkan, bagaimana pun penetapan status tersangka terhadap pimpinan KPK akan membuat kerja KPK menjadi terganggu, meskipun KPK mempunyai sistem yang dalam melakukan aktivitasnya tidak terpengaruh oleh ada atau tidaknya pimpinan KPK. Apalagi, jika ada pimpinan KPK lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Tapi ada ketentuan Undang-Undang, bahwa minimal harus 3 pimpinan. Karena itu, tentu mengganggu persoalan pengambilan keputusan oleh pimpinan,” tutupnya.

Seperti diketahui, setelah masa kerja mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas berakhir, hanya tersisa 4 dari 5 komisioner KPK. Penetapan Bambang Widjojanto menjadi tersangka, berpotensi membuat pimpinan KPK tinggal 3 orang, sebab UU 30/2002 tentang KPK mengamanahkan bahwa pimpinan KPK yang ditetapkan sebagai tersangka harus non aktif dari jabatannya.

Menyusul penetapan Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri, pimpinan KPK lainnya Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim oleh kuasa hukum PT. Daisy Timber dengan tuduhan dugaan pemalsuan surat notaris dan penghilangan saham.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca