Polri Masih Selidiki Kasus Dugaan Pemerasan Terhadap Anggota Polda Bengkulu

2

Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kadiv Humas Mabes Polri) Inspektur Jenderal Polisi Ronny Franky Sompie mengatakan pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pemerasan seorang anggota Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu Brigadir Polisi Kumala Tua Aritonang oleh atasannya. Namun, Ronny masih meragukan pernyataan Aritonang tersebut.

“Yang bersangkutan (Aritonang) memang anggota Polda Bengkul‎u, kasusnya masih dalam pendalaman. Tapi secara logika, dia bukan pengusaha darimana uang itu diperoleh?” katanya di Hotel Ambara, Jakarta, Jumat (12/12).

Menurut Ronny, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Bengkulu. Hal itu untuk menelusuri terkait informasi adanya dugaan pemerasan kepada Aritonang tersebut.

“Pimpinan Polda (Bengkulu) upayakan untuk memeriksa apa yang bersangkutan laporkan. Termasuk soal aksinya membuang seragam di depan istana negara,” ujar dia.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari pernyataan‎ Aritonang‎ yang mengaku telah diperas oleh mantan atasannya yang saat ini telah menjadi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Seluma Bengkulu AKBP Lumban Gaol‎. Aritonang mengaku telah diperas hingga Rp.20 miliar dalam kerja sama bisnis.

Tidak terima akan hal itu, Lumban Gaol pun menuding Aritonang mencemarkan nama baiknya. Aritonang telah melaporkan tindakan mantan atasannya tersebut ke Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman, Kompolnas, dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca