Polri Identifikasi 11 WNI Korban Tragedi Kapal Oryong Korsel di Laut Rusia

1
Kaunit DVI Polri Kombespol Anton Castilani saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri Jakarta Jumat, 5 Desember 2014

Jakarta – Kepala Unit Disaster Victim Identification Kepolisian RI (Kaunit DVI Polri) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Anton Castilani‎ menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan laut pada sebuah kapal penangkap ikan berbendera Korea Selatan di Laut Bering Rusia. Dalam kapal itu terdapat 35 Warga Negara Indonesia (WNI).

Kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu itu menewaskan 32 WNI. Kapal Korsel yang mengalami kecelakaan itu bernama Oryong dengan Nomor 501.

“Jadi kami menerima informasi dari Kementerian Luar Negeri bahwa terdapat 35 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) dari Oryong 501 ini,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/12).

Anton mengaku, kabar itu diterima nya tiga hari yang lalu. Kemudian Kedutaan Besar Repu‎blik Indonesia (KBRI) Seoul meminta kepada Polri untuk menyiapkan data Ante Mortem bagi WNI yang ada di kapal tersebut.‎ Polisi membentuk tim untuk memberikan informasi atas permintaan Kepolisian Kore‎a, sesuai dengan keberadaan ABK WNI yang ada di kapal tersebut.

Dia mengungkapkan, 35 orang WNI itu berasal dari 3 orang dari Jakarta, 8 dari Jawa Barat, 2 dari Bandung dan Tasik, 4 dari Indramayu serta 2 dari Cirebon. Kemudian Jawa Tengah ada 17 orang dengan rincian 6 dari Brebes, 10 dari Tegal dan 1 dari Pemalang.

Selain itu dari Maluku ada 3 orang berasal dari Pulau Seram, Ambon‎ dan Nusa Liwe. Sedangkan dari Jawa Timur ada 1 orang dari Bangkalan Madura, 1 dari Sorong Papua, 1 dari Bitung Sulawesi Utara ‎dan 1 dari Sulawesi Selatan dari Pulau Selayar.

Berdasarkan keterangan dari Anton, sampai saat ini informasi terakhir yang diperoleh dari kegiatan Tim SAR di Bering, telah ditemukan 14 WNI. Tiga orang yang selamat dan 11 yang ditemukan dalam keadaan meninggal.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca