Polri Butuh Kajian Puskamnas Tentukan Posisi Sebagai Aparatur Negara

0

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, mengatakan bahwa saat ini Polri butuh kajian mendalam untuk menentukan posisi Polri dalam aparatur keamanan negara‎. Hal itu perlu juga memerlukan kajian pada aspek historis, politis dan lain-lain.

“Polri pernah di bawah kementerian tertentu. Sebelum ini ada pembahasan bahwa Polri dalam arsitektur negara. Di bahas aspek-aspek filosofis, historis, aspek politis jadi polisi di bawah presiden. Dari historis polisi pernah di bawah kementrian negara, Kemendagri, Pangab, Perdana Mentri,” katanya usai menghadiri acara Diskusi Publik bertema Launching Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Seminar Keamanan Nasional di Graha Purna Wira, Jakarta, Senin (8/12).

Menurut polisi berpangkat bintang tiga ini, Polri saat ini memiliki tantangan yang berbeda. Mulai dari zaman revolusi fisik sampai era reformasi.

“Tantangan berbeda-berbeda, zaman revolusi fisik tantangan beda, Orde Baru beda, Reformasi tantangan juga beda‎,” ujar dia.

Badrodin menjelaskan perihal adanya isu ketidakadilan di antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Pasalnya, TNI saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan sedangkan Polri tidak berada di bawah koordinasi kementerian mana pun.

“Sebetulnya bukan masalah berketidakadilan, salah satunya hal ini kan menyangkut pengambilan kebijakan,” jelas Badrodin.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca