Polri Bentuk Tim Ante Mortem Kumpulkan Data WNI Korban Tragedi Kapal Oryong Korsel

0
Kaunit DVI Polri Kombespol Anton Castilani dan Kabag Penum Mabes Polri Kombespol Agus Rianto

Jakarta – Kepala Unit Disaster Victim Identification Kepolisian RI (Kaunit DVI Polri) Komisaris Besar Polisi Anton Castilani‎ mengatakan bahwa Polri telah telah menyiapkan Unit Family Assistance Center yang diletakkan di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) di Kepolisian Daerah (Polda) tempat asal 35 WNI korban tragedi Kapal Oryong Korea Selatan di Laut Bering Rusia. Hal itu guna untuk mengumpulkan data Ante Mortem‎ dari keluarga terdekat para korban.

Selain itu, Polri bertujuan agar keluarga korban dapat menerima informasi perkembangan kegiatan DVI. “Kemudian dapat memberikan informasi dengan tujuan untuk mempercepat proses identifikasi itu sendiri. Selain itu juga untuk informasi keluarga sehubungan dengan proses identifikasi maupun proses pemulangan jenazah apabila diperlukan di kemudian hari,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/12).

‎Dia menjelaskan, saat ini suhu sangat dingin di Rusia dan kondisi korban dalam keadaan yang cukup baik sehingga proses identifikasi masih dilakukan secara visual oleh 3 orang yang selamat dari 35 WNI tersebut. Ketiga korban selamat itu masih mengenali rekan-rekannya. Namun demikian tentu saja bahwa sesuai peraturan, proses identifikasi ini tidak dibenarkan.

“Oleh karena itu, Tim Ante Mortem yang sedang berada di wilayah di Polda-Polda ini sedang mengumpulkan berbagai data, mulai dari data record, kemudian data sidik jari termasuk sampling DNA yang diambil dari pihak keluarga yang terdekat. Jadi tetap saja nantinya Kepolisian Korea akan menunggu informasi yang kita kumpulkan untuk proses perbandingan berikutnya,” jelas Anton.

Sementara, 21 WNI korban tragedi itu yang dianggap hilang dan 11 lainnya yang meninggal sedang dilakukan pengumpulan data Ante Mortem nya di Pusdokkes Polda atau pun tim DVI provinsi, kemudian sampling DNA itu dalam waktu 2-3 hari akan dikirim ke Laboratorium Pusdokkes Polri untuk diproses menjadi profil DNA. Profil DNA itu akan dikirim ke Korea untuk dibandingkan dengan jenazah yang ditemukan.

“32 orang korban itu administrasi proses keberangkatan mereka baik, semua bisa kita deteksi dengan menemukan seluruh keluarganya. Kondisi korban dipastikan masih dalam keadaan baik dan semoga bisa diselesaikan,” paparnya.

Sementara, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri belum mengetahui penyebab kecelakaan laut yang menelan 32 korban jiwa‎ dari WNI. Hal itu masih diselidiki oleh pihak-pihak bersangkutan dari negara-negara yang terkait.

“‎Kita sedang menunggu dari pihak Kemenlu untuk menyampaikan hal itu. Tugas kami hanya menyampai kegiatan proses identifikasi para korban,” katanya di tempat yang sama.

Untuk diketahui, total WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (abk) Kapal Penangkap Ikan Oryong milik Korea Selatan itu berjumlah 35 orang. Tiga orang selamat atas tragedi itu dan 11 orang ditemukan tewas. Sementara 21 lainnya hilang di Laut Bering Rusia.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca