Polri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Dua Polisi Korban Penembakan di Papua

2
Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto saat berikan keterangan pers di Mabes Polri terkait penembakan di Papua Jumat 5 Desember 2014

Jakarta –  Tindak kekerasan dan konflik sering kali terjadi dan merenggut korban jiwa dari aparat keamanan di Papua. Baru-baru ini saja telah terjadi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua‎ dan telah menewaskan dua anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Papua bernama Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Jeferson.

Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kabag Penum Mabes Polri) Komisaris Besar Polisi Agus‎ Rianto menyampaikan perkembangan penembakan yang terjadi di Papua tersebut. Dia mengatakan bahwa kedua jenazah sudah diterbangkan menuju lokasi masing-masing yaitu Everson dibawa ke Kupang Nusa Tenggara Timur, sedangkan Thomson dibawa ke Medan.

“Sesuai putusan pimpinan, kedua jenazah dinaikkan satu pangkat. Aipda jadi Aiptu Anumerta Thomson, Bripda ke Briptu‎ Anumerta Everson,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/12).

Berdasarkan keterangan dari Agus, pasca penembakan, situasi di Puncak Jaya masih kondusif. Pihak kepolisian sedang mencari dan melakukan pengejaran para pelaku yang dibantu warga masyarakat di wilayah setempat.

Agus juga menyampaikan bahwa pihak keluarga dari korban akan mendapat santunan. Dan hal itu sedang dikoordinasikan dengan pihak pimpinan Polri.

‎”Ada hak-hak lain yang diberikan yang menjadi hak korban juga kita masih koordinasi dengan pihak pimpinan. Yang nantinya akan diterima ahli waris atau keluarga,” ujar dia.

Sebelum itu, Agus mengaku kesulitan melacak keberadaan para pelaku penembakan dua anggota polisi tersebut. Menurut dia, kondisi geografis Papua yang meliputi wilayah hutan menyulitkan penyelidikan kasus tersebut.

“Belum tahu, yang pasti beberapa kali kejadian mereka habis nembak selalu lari ke hutan. Geografis yang sulit di Papua, berpengaruh pada cepatnya pengungkapan kasus,” katanya, Kamis (4/12).

Oleh karena itu dia berharap agar pemimpin- pemimpin yang ada di Papua selalu mengajak organisasi separatis di Papua untuk berdamai.

Untuk diketahui bahwa dua anggota Brimob Polda Papua tersebut telah meninggal akibat penembakan‎ yang terjadi pada hari Rabu (3/12) sekitar pukul 10.15 WIT.‎ Saat itu keduanya sedang membantu menyiapkan perayaan Hari Natal di sana‎.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca