Politisi Gerindra Dukung Pengadilan HAM Ad Hoc, Asal Jangan Tebang Pilih

2

Jakarta – Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Desmond J. Mahesa DPR setuju dengan wacana pembentukan pengadilan Ad Hoc untuk menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di masa lalu.

Menurutnya, wacana pembentukan pengadilan HAM ad hoc merupakan sebuah ide yang bagus. Namun, dia mengingatkan, jika nantinya ada pengadilan ad hoc, maka penuntasan kasus pelanggaran HAM jangan dilakukan secara tebang pilih.

“Itu luar biasa. Asal jangan pilih-pilih. Berkaitan dengan pelanggaran HAM, semuanya harus diselesaikan,” katanya di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (11/12).

Selain itu, harus dipastikan bahwa pembentukan pengadilan Ad Hoc memang ditujukan untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah di bidang penegakan HAM dan bukan diniatkan untuk menghabisi lawan politik yang berseberangan dengan pemerintah.

“Tapi kalau ini disasar untuk menghabisi lawan politik, ini akan menimbulkan luka baru,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada 10 Desember lalu menjadi hari Hak Asasi Manusia sedunia. Sejauh ini, ada desakan kepada pemerintahan Joko Widodo untuk segera membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk menuntaskan berbagai pelanggaran HAM yang pernah terjadi di masa lalu.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca