Petisi Menuntut Pemeriksaan Raja Solo Tembus 18.000 Dukungan

1

Petisi periksa Raja Solo

Jakarta – Petisi menuntut kepolisian segera mengusut tuntas kasus kekerasan seksual dan human trafficking yang diduga dilakukan oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi mendapat dukungan netizen. Hingga berita ini diturunkan sudah sebanyak 18.036 dukungan yang diperoleh Petisi dengan alamat di https://www.change.org/p/kapolri-periksa-raja-solo-hangabehi-atas-dugaan-pemerkosaan-anak-divhumaspolri.

Petisi ini dibuat oleh Ninin Damayanti seorang jurnalis sekaligus aktivis perlindungan anak dan korban kekerasan seksual. Selain ditujukan kepada Kapolri Jendral (Pol) Sutarman, petisi ini juga ditujukan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroun Ni’am Sholeh dan kepada Ketua Komisi Kepolisian Nasional Djoko Suyanto.

Petisi ini dibuat karena pihak Kepolisian Resort Sukoharjo terkesan lambat memproses pengaduan kekerasan seksual terhadap anak dan human trafficking yang diduga dilakukan oleh Raja Solo.

Kasus kekerasan seksual ini menimpa seorang siswi kelas 1 SMK Sukoharjo dengan inisial AT (16 tahun) pada Maret 2014. Saat itu AT yang sedang kesulitan keuangan untuk membayar SPP nya mendapatkan tawaran bantuan dari temannya. Bantuan yang dikatakan akan diberikan oleh Raja Solo PC XIII Hangabehi. Bukan bantuan yang akhirnya diperoleh, tapi AT mengalami kekerasan Seksual disebuah Hotel di Sukoharjo yang diduga pelakunya adalah Raja Solo tersebut.

Peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan Raja Solo pada dirinya telah dilaporkan AT ke Polres Sukoharjo pada Juli 2014. AT yang saat ini hamil 8 bulan, sangat yakin bahwa yang melakukan adalah Hangabehi apalagi setelah dilihatkan foto dari Raja Solo tersebut. Namun hingga saat ini belum sekalipun pihak kepolisian memeriksa Raja Solo tersebut.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca