Pergantian Kapolri Jadi Pelajaran Berharga Presiden Jokowi

3
Ketua DPP Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin

Jakarta – Ketua DPP partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menilai, gonjang-ganjing pergantian Kapolri bisa dijadikan pelajaran berharga bagi Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Meskipun, DPR tetap menyetujui penunjukan Budi Gunawan, namun Jokowi akhirnya memilih mengeluarkan Keppres menunjuk Komjen Pol. Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri.

Dia menjelaskan, sorotan publik terhadap penggantian Kapolri bisa dijadikan pelajaran ke depan agar Presiden mempertimbangkan dengan matang segala keputusannya, terutama dalam pergantian pejabat publik. “Mari kita menjunjung tinggi etika dan budaya kepantasan,” katanya di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (17/0).

Dia menyarankan, Presiden Jokowi mengikuti langkah yang sama seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menonaktifkan atau meminta mundur seorang pejabat publik yang ditetapkan sebagai tersangka. “Alangkah baiknya ini dilanjutkan,” ucapnya.

Menurutnya, semua keputusan ada di tangan Presiden Jokowi. Namun demikian, akan lebih bijak jika Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada Budi Gunawan menghadapi semua proses hukum. “Sayang, kalau tidak diberikan kesempatan dan ruang membela diri di depan hukum,” lanjutnya.

Sejauh ini, Presiden belum menentukan siapa Kapolri definitif selanjutnya. Dia menganggap, kunci soal siapa Kapolri selanjutnya ada di tangan Presiden Jokowi. Semuanya berpulang kepada Jokowi bagaimana meyakinkan semua pihak atas nama yang dipilihnya.

“Satu-satunya jalan adalah Pak Jokowi menunjuk calon yang bisa didukung oleh publik. Ini jalan yang terbaik,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca