Munarman: Pembocor Putusan di MK Itu Office Boy

0

Mahkamah KonstitusiJAKARTA– Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), disarankan untuk menyajikan informasi harta kekayaannya pada publik.

Hal itu disampaikan Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Munarman dalam acara diskusi hakim MK dengan pengacara di Gedung MK. Hal itu bisa meningkatkan citra MK yang terus merosot paskapenangkapan mantan ketua Akil Mochtar dan kerusuhan yang terjadi pada 14 November 2013.

“Karena itu sumber kecurigaan. Tiga bulan sampai 6 bulan sekali di update,” kata Munarman, Senin (18/11/2013).

Selain itu, Panglima FPI itu juga mengimbau MK agar memperketat rapat permusyawatan hakim (RPH) sebelum memutuskan suatu perkara.

Kata Munarman, kemungkinan “jual-beli” informasi atas hasil rapat tersebut, besar terjadi saat hakim acuh pada lingkungannya. “Setahu saya yang bocorkan putusan yang kasih minum saat RPH. Kalau perlu jangan ada Office Boy dan lain-lain waktu RPH. Jual beli informasi di lingkungan pegawai MK bisa saja terjadi. Jadi sedapat mungkin dihindari keluar masuk pegawai MK. Yang saya dengar dari situ sumbernya,”

Kualitas putusan perkara hasil pemilihan umum (PHPU), lanjutnya, tergantung siapa yang kuat doktrinnya.  “Teman-teman pengacara juga perlu siap dengan bukti. Problem di pilkada 99 persen curang, APBD jadi pancakannya incumbent, lawannya juga curang, main uang juga. Persoalannya apa MK akan masuk untuk menghentikan kecurangan di pilkada itu,” tutupnya. (ugo)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca