MK sudah memenangkan Pemkot Surabaya Gugatan Kasus Tanah Tanjungsari

12

tanah tanhungsari

Surabaya – Tri Rismaharini (Risma), Walikota Surabaya harus berurusan dengan polisi akibat dilaporkan oleh warganya atas penyalahgunaan kekuasaan. Laporan bernomor LP/604/V/2013/SPKT tertanggal 7 Mei 2013, Risma dituding melanggar pasal 421 KUHP tentang menyalahgunakan kekuasan. Laporan dilakukan oleh 2 warga Jl. Tanjungsari Surabaya dan pihak kepolisian sudah memproses dengan mengambil keterangan dari pelapor.

[ads1][ads2]

Kasus ini bermula dari sengketa lahan antara PT Darmo Satelit Town (PT. Darmo Land/PTDL) dengan Pemkot Surabaya pada era Bambang Dwi Hartono menjabat sebagai Walikota.

Pada tahun 2005 Bambang DH mengeluarkan surat No. 593/518/436.1.1/2005 tertanggal 7 Februari 2015, yang ditujukan pada BPN (Badan Pertanahan Nasional) terkait Surat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki oleh PTDL. Surat Walikota tersebut memerintahkan BPN Pusat meninjau HGB yang telah diterbitkan, mencabut HGB PTDL dan mengembalikan hak atas tanah warga Tanjungsari. Surat ini dikeluarkan karena warga Tanjungsari mempersoalkan HGB yang dimiliki oleh PTDL sejak tahun 1972. Warga merasa tidak pernah menjual tanah mereka pada PTDL yang tiba tiba saja meguasai lahan seluas 35 hektar milik warga dengan bukti HGB.

Akibat surat walikota Bambang DH tersebut, maka PTDL menggugat Pemkot ke PTUN Surabaya pada tahun 2005. Pemkot yang merasa membela kepentingan warga melayani gugatan PTDL. Pemkot pada awalnya kalah ditingkat PTUN dan akhirnya melakukan Kasasi di Mahkamah Agung (MA). Pada tahun 2006 keluarlah keputusan Kasasi dari MA yang memenangkan Pemkot Surabaya.

Dengan Keputusan kasasi MA bernomor 262 K/TUN/2006 ini, maka surat keputusan Pemkot Surabaya yang meminta pembatalan HGB PTDL berkekuatan hukum tetap dan harus dijalankan oleh BPN serta PTDL sehingga warga dapat menerima kembali tanah tersebut menjadi hak nya. Tapi hingga Walikota dijabat Risma, keputusna tersebut tidak pernah dijalankan bahkan tembok pembatas milik PTDL yang semestinya sudah dirubuhkan masih tetap berdiri diatas tanah warga.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca