Misbakhun: Kasus Century Jangan Buat KPK Pecah

1
Anggota Fraksi Golkar
Misbakhun

Jakarta – Adanya perbedaan pernyataan di tubuh KPK terkait apakah mantan wakil presiden Boediono ditetapkan menjadi tersangka atau tidak, dianggap sebagai persoalan serius oleh politisi PKS Misbakhun.

Anggota komisi III DPR ini tidak menginginkan terjadi perpecahan di antara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penanganan kasus century. “Harapan saya, jangan lah kasus Century ini membuat KPK terpecah,” katanya di gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (05/12).

‪Pria yang pernah menjadi anggota Pansus Century dari Fraksi PKS pada DPR periode 2009-2014 ini menengarai, perbedaan pendapat di tubuh KPK bisa saja terjadi karena adanya kepentingan politik. Meskipun, ungkapnya, domain lembaga anti rasuah itu adalah penegakan hukum.

“Perpecahan ini hanya bisa timbul akibat kepentingan politik, sedangkan KPK lembaga penegakan hukum. Hukum itu tunggal dan jelas,” tegasnya.

Sedangkan anggota komisi III Tjatur Sapto Edy sejauh ini belum melihat unsur politis di balik perbedaan pernyataan di tubuh KPK soal apakah sudah ada penetapan Boediono sebagai tersangka atau tidak. “Saya tidak melihat ada kepentingan politik apapun diantara pimpinan,” jelasnya.

Ketua Fraksi PAN ini percaya KPK mempunyai sistem dan mekanisme internalnya sendiri kendati acapkali ada satu atau dua perbedaan di antara pimpinan KPK yang mencuat ke hadapan publik. “Tapi dalam pengambilkan keputusan mereka kolektif kolegial,” tegasnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dikabarkan menyatakan mantan wakil presiden Boediono sebagai tersangka kasus Century oleh KPK saat berada di Pekanbaru pada Kamis (04/12) lalu. Namun, Deputi Pencegahan KPK Johan Budi SP kemudian membantah bahwa Boediono sudah ditetapkan sebagai tersangka KPK.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca