Mau Berantas Korupsi, Jokowi Disarankan Berani Hadapi Koalisi Pendukungnya

0
Diskusi 50 hari pemerintahan Jokowi-JK di Kantor ICW Jakarta

Jakarta – Pengamat politik Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menegaskan, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus berani menghadapi koalisinya sendiri jika memang serius ingin memberantas korupsi.

Menurutnya, sebagai bagian dari eksekutif, Jokowi harus bisa menjaga jarak dengan legislatif. “Kalau dia ingin menginisiasi satu proses korupsi dalam politik, maka lawan pertamanya adalah koalisinya sendiri, yaitu Koalisi Indonesia Hebat,” katanya saat diskusi dengan tema 50 hari pemerintahan Jokowi-JK di kantor ICW di Jakarta, Senin (08/12).

Burhanudin menyatakan, saat ini posisi Jokowi cenderung lemah, pasalnya tidak ada partai politik pendukung yang bisa berada dalam kontrol Jokowi, termasuk PDIP. “Dukungan publik pun merosot saat dia menaikkan BBM. Saat ini posisi Jokowi lemah,” jelasnya.

Dia menambahkan, menjadi masalah serius apakah Jokowi mempunyai keberanian melakukan hal tersebut. Kendati demikian, sejauh ini revolusi mental yang yang sering disuarakan Jokowibelum terlihat. Indikatornya, dalam menunjuk orang yang tepat untuk duduk dalam kabinetnya.

Burhanudin menyayangkan, Kementerian Hukum dan HAM dan Kejaksaan Agung yang sangat sentral dalam pemberantasan korupsi justru diisi oleh tokoh yang berasal dari kalangan partai. “Dia tidak cukup punya nyali untuk menghadapi koalisinya sendiri,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memasuki masa 50 hari sejak dilantik pada 20 Oktober lalu. Saat masa pemilihan presiden beberapa waktu lalu, salah satu kampanye Jokowi yang mencuat adalah janjinya akan serius dalam pemberantasan korupsi.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca