Mantan Wali Kota Surabaya Tersangka Kasus Gratifikasi

0

Bambang_DH

Mantan Wali Kota Surabaya dua periode dan mantan Wakil Wali Kota Surabaya satu periode, Bambang Dwi Hartono alias Bambang DH, akhirnya oleh penyidik Direskrim Polda Jatim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dana jasa pungut (Japung) untuk DPRD Surabaya Rp 720 juta, Rabu (27/11).

“Meski tidak ditahan, namun mantan calon gubernur (Cagub) Jatim yang kalah dengan incumbent itu dicekal agar tidak bisa bepergian ke luar negeri,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setyono yang dikonfirmasi wartawan, semalam.

Untuk berkas pencekalan terhadap Bambang DH, dilayangkan ke Imigrasi dan berlaku mulai, Kamis (28/11) hari ini.   Bambang DH ditetapkan sebagai tersangka setelah politisi PDI-P ini menjalani pemeriksaan hampir delapan jam. Dalam pemeriksaan, Bambang dicecer 83 pertanyaan oleh penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim, menyusul keterangan dari 33 orang saksi.

Salah satu saksi kunci yang ikut didengar keterangannnya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta empat orang saksi ahli.

Dalam pemeriksaan terungkap, pembayaran pungutan pajak daerah untuk DPRD Surabaya disetujui oleh tersangka Bambang DH. “Jadi, kami sudah mempunyai dasar yang kuat dari bukti maupun pemeriksaan saksi serta pernyataan empat orang terpidana (divonis bersalah) dalam kasus yang sama,” katanya.

Jadi, dalam kasus Japung ini ada lima tersangka. Penyidik memisahkan menjadi tiga berkas.   Pertama dengan tiga orang tersangka, kedua satu orang tersangka. “Keempatnya sudah incraht dengan vonis 18 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Sedangkan untuk tersangka Bambang merupakan berkas ketiga,” ujarnya.

[adsense250]

Sementara itu, Bambang DH enggan menanggapi statusnya sebagai tersangka. “Ada pihak yang menginginkan saya jadi tersangka. Ada tebang pilih, karena pemberian uang (gratifikasi) kepada anggota legislatif di tingkat Provinsi Jatim saja tidak pernah dipermasalahkan. Ini ada apa?” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengaku sudah menyampaikan statusnya sebagai tersangka kepada DPP PDI-P. Bambang sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI-P Jatim.

“Secara pribadi, saya sudah melapor ke induk organisasi. Dan induk organisasi tahu kinerja saya. Tidak ada niatan menyelewengkan keuangan negara maupun menyalahi wewenang. Ini tahun politik, sepertinya ada proyek tebang pilih,” pungkas Bambang. [ARS/N-6]

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca