Mantan Kepala BP3TKI Bali Diduga Gelapkan Dana Rp2,5 Miliar

1
TKI di Bandara

Denpasar – Mantan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali diduga telah menggelapkan dana Negara sekitar Rp2,5 miliar.

Kanit Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri, AKBP Subur menjelaskan, kantor BP3TKI yang baru tengah bermasalah, karena adanya penggelapan dana sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2013.

“Saat ini kami memeriksa dan menduga pelaku adalah mantan kepala BP3TKI berinisial IWP,” ungkapnya, di Kantor BP3TKI Bali, di Jalan Danua Tempe, Sanur, Denpasar, Selasa (17/02).

Dia menjelaskan kantor BP3TKI sekarang ini luas lahannya sekitar 4,5 are dan sudah sah menjadi milik BP3TKI. Sebelumnya kantor BP3TKI di jalan Mawar, Denpasar yang sifatnya kontrak.

“Saat ini kami masih mencari bukti-bukti apakah benar mantan kepala BP3TKI itu menggelembungkan dan atau tidak,” jelasnya.

Saat ini posisi IWP sudah dipindahkan tugas di BP3TKI Pusat dibagian Pusat Penelitian Informasi (Puslitfor).

“Dia sekarang ini posisinya sudah ada di Jakarta, sudah lama dia pindahkan ke Jakarta, sejak tahun 2014 lalu,” jelas Subur.

Dijelaskan juga oleh AKBP Subur bahwa polisi mengetahui adanya penggelapan dana ini karena adanya laporan dari masyarakat. “Kalau tidak ada laporan dari masyarakat jelas kami tidak tahu. Penyelidikan ini berdasarkan laporan warga,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala BP3TKI Bali, Ilham Ahmad mengatakan tidak mengetahui kantor yang sekarang ia tempati ini ada persoalan hukum.

“Secara pribadi saya kurang tahu tentang kasus ini, kami tahunya sejak penyidik memberitahu kami bahwa kantor ini bermasalah,” ungkapnya.

Saat IWP masih menjadi kepala BP3TKI, Ilham menjabat sebagai Kepala Seksi Perlindungan TKI. Kantor BP3TKI ini baru ditempati sekitar bulan Januari 2015.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca