Kuasa Hukum Udar Laporkan Jaksa Terkait Keterangan Palsu Ke Bareskrim Polri

0

Jakarta – Kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono, Tonin Tachta Singarimbun mendatangi Badan Reserse Krimininal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri). Tonin diperiksa sebagai saksi pelapor terkait laporan Udar ke Bareskrim.

“Agenda hari ini dalam rangka memenuhi panggilan Bareskrim atas laporan saya nomor LP 1025/11/2014 Bareskrim. Pelapornya Udar, yang dilaporkan Jampidsus, Direktur Penyidikan, Kasubdit Tindak Pidana Khusus Kejagung, dan ketua tim penyidik Victor Antonius, Agung, dkk,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/12).

Tonin mengaku akan diperiksa terkait laporannya yang melaporkan jaksa dengan Pasal 263 KUHP tentang keterangan palsu atau dokumen palsu. Menurutnya, hal itu disebabkan informasi yang salah dari jaksa.‎

“Padahal berat busnya 26 ton, penimbangan berat bus ini dilakukan oleh Jaksa dan UGM. Itu yang menjadi pintu masuk Udar sebagai tersangka,” jelasnya.

Dia melanjutkan bahwa soal informasi penimbangan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan itu baru diketahui oleh pihaknya.‎ Tonin menuding bahwa Jaksa tidak punya hak untuk menimbang bus secara sepihak dan sendiri seperti yang disebutkan karena penimbangan harus dilakukan oleh penimbang yang telah disumpah.

“Kami punya bukti sertifikasi kendaraan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bahwa bus seberat 26 ton. Kerugian Negara kok yang mengaudit Jaksa? Mereka tidak punya kompetensi,” tambahnya.

Tonin juga menduga bahwa kasus ini seperti sudah diskenariokan untuk menumbalkan Udar. Dia juga mengatakan bahwa menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan tidak ada kerugian negara saat audit pada 2012 dan 2013 namun Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan ada kerugian negara.‎

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca