KPK dan PPATK Perlu Dilibatkan Dalam Seleksi Calon Kapolri

0
Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto

Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil menyarankan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelum mengajukan nama-nama calon Kapolri baru.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto mengungkapkan, sejauh ini memang tidak ada kewajiban mengikutsertakan peran KPK dan PPATK untuk meneliti rekening mereka yang masuk dalam bursa calon Kapolri. Berdasarkan, Keputusan Presiden terkait pemilihan Kapolri hanya mengikutsertakan peran Kompolnas dalam pengajuan nama.

“Otorisasinya tetap ada di Kompolnas dan di serahkan kepada Presiden. Di aturannya kan memang tidak diatur soal pelibatan KPK dan PPATK,” katanya di kantor ICW di Jakarta, Jumat (09/01).

Namun demikian, dia menyatakan, pelibatan KPK, PPATK, Dirjen Pajak dan Komnas HAM dalam seleksi di sebuah lembaga pemerintah bukanlah sesuatu yang baru. Apalagi, dalam melakukan seleksi pemilihan para menterinya beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo pun melakukan hal yang sama. “Terlepas ada yang digunakan atau tidak apa yang dilakukan KPK atau PPATK, paling tidak, sudah mau melibatkan itu,” terangnya.

Dia menjelaskan, pelibatan KPK dan PPATK dalam pemilihan Kapolri perlu dilakukan agar institusi penegak hukum semakin kuat. Sehingga, Kepolisian, KPK, Kejaksaan, bisa berkoordinasi bersama untuk memberantas korupsi. “Jadi, saya pikir kita harus memilih orang-orang yang mempunyai rekam jejak yang baik, kepemimpinan yang bagus dan tidak tebang pilih,” ucapnya.

Dia sendiri berharap, KPK dan PPATK bisa menyampaikan informasi mengenai penelusuran rekening para calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo. “Kita harapkan, mereka mau membuka kepada publik. Minimal kepada Presiden, agar Presiden punya informasi yang akurat, siapa nantinya yang kira-kira yang akan memimpin institusi Kepolisian,” tegasnya.

Sebagai informasi, santer diberitakan akan terjadi proses pemilihan Kapolri dalam beberapa waktu ke depan. Sejauh ini, beberapa nama disebut-sebut dalam bursa calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Sutarman. Mereka antara lain: Komjen Budi Gunawan, Komjen Suhardi Halius, Komjen Badroeddin Haiti, Irjen Safrudin, Irjen Pudji Hartanto dan Irjen Unggung Cahyono.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini