Tersangka Korupsi Tidak Kunjung Ditahan, ICW Nilai KPK Mulai Lunak

0
Konferensi Pers ICW, Senin (29/12) di Kantor ICW Jakarta

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai berlaku lunak terhadap para pelaku korupsi.

Penilaian ini dilontarkan ICW menyusul tidak kunjung ditahannya 11 tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh lembaga anti rasuah itu meskipun penetapan tersangka sudah melewati jangka waktu tiga bulan.

Peneliti ICW¬†Emerson P. Juntho menjelaskan sepanjang tahun 2014 ICW setidaknya mencatat ada 11 tersangka kasus dugaan korupsi yang belum ditahan oleh KPK setelah melewati masa 3 bulan. “Kita melihat ada gejala pelunakan yang dilakukan KPK,” katanya saat memberikan catatan terhadap 11 tahun usia KPK di Kantor ICW di Jakarta, Senin (29/12).

Padahal, ungkapnya, pada masa kerja KPK jilid pertama tidak butuh waktu lama bagi KPK untuk menahan tersangka dugaan korupsi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Emerson mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah KPK lupa untuk melakukan penahanan kepada para tersangka korupsi. “Tapi, ini memberikan efek negatif terhadap efek jera pelaku korupsi,” lanjutnya.

Selain itu, ICW juga mencatat ada fenomena lain, yaitu 11 kasus korupsi sudah masuk ke tahap penyidikan, tapi tidak kunjung dituntaskan oleh KPK. Antara lain, seperti terjadi pada kasus Inospect dan kasus cek pelawat. “Artinya ini ada gejala, hanya mengungkap, tapi belum menuntaskan. Itu catatan minus kita terrhadap KPK,” pungkasnya.

Namun demikian, dia tidak memungkiri banyak keberhasilan yang sudah dilakukan oleh KPK selama ini. Antara lain menjerat menteri aktif yang diduga sebagai pelaku korupsi, penangkapan terhadap mantan ketua MK Akil Mochtar, serta mempelopori berbagai operasi tangkap tangan terhadap para pelaku korupsi.

Selain itu, KPK juga berhasil menangkap sejumlah pelaku korupsi yang menjadi buron di luar negeri dan pada 2013 lalu KPK juga mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay di Filipina. “Paling tidak, dari catatan kita, kasus yang ditangani KPK banyak sekali, yaitu eksekutif, legislatif, yudikatif dan pelaku bisnis,” tandasnya.

Berikut 11 tersangka korupsi yang tidak kunjung ditahan KPK bersasarkan catatan ICW:

  1. Kasus dugaan suap perusahaan Inggris Inospec ke pejabat Pertamina dengan tersangka Mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmo Martoyo (ditetapkan tersangka sejak November 2011).
  2. Kasus dugaan suap perusahaan Inggris Innospec ke pejabat Pertamina dengan tersangka Direktur Soegih Interjaya Willy Sebastian Liem (ditetapkan tersangka sejak Januari 2012).
  3. Kasus dugaan korupsi pengurusan pajak BCA tahun 2003 dengan tersangka mantan Ketua BPK/Dirjen Pajak Hadi Purnomo (ditetapkan tersangka sejak April 2014).
  4. Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Kementerian Kesehatan Tahun 2005 dengan tersangka Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (ditetapkan tersangka sejak April 2014).
  5. Kasus dugaan suap perubahan APBN di Kementerian ESDM tahun 2013 dengan tersangka politisi partai Demokrat Sutan Batoegana (ditetapkan tersangka sejak 14 Mei 2014).
  6. Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2012-2013 dengan tersangka mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (ditetapkan tersangka sejak 22 Mei 2014).
  7. Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan PLTA di Sungai Membramo Papua dengan tersangka mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu (ditetapkan tersangka sejak Agustus 2014).
  8. Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan PLTA di Sungai Membramo Papua dengan tersangka mantan Kadis Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Johan Karubaba (ditetapkan tersangka sejak Agustus 2014).
  9. Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan PLTA di Sungai Membramo Papua dengan tersangka Direktur PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya Lamusi Sidi (ditetapkan tersangka sejak Agustus 2014).
  10. Kasus dugaan pemerasan dan pengadaan di Sekjen ESDM dengan tersangka mantan Menteri ESDM Jero Wacik (ditetapkan tersangka sejak 3 September 2014).
  11. Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serba guna di Sumsel tahun anggaran 2010-2011 dengan tersangka mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumsel Rizal Abdullah (ditetapkan tersangka sejak 29 September 2014)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca