Proyek Bus Listrik Kemenristek Terjerat Kasus Korupsi

3
Bus Listrik (Ilustrasi )

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Bareksrim Polri mengendus penyimpangan pada proyek pengadaan Bus Listrik di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Proyek pengadaan Bus Listrik tersebut bermula pada November tahun 2013 saat penandatanganan kerjasama antara Kemenristek dengan PT. Sarimas Ahmadi Pratama (PT. SAP) milik pengusaha otomatif Dasep Ahmadi. Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) dalam proyek tersebut adalah Dr. P, Plt Asisten Deputi Iptek Industri Strategis di Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Kemenristek.

Direktur Tipidkor Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus dalam keterangan tertulisnya yang diterima media hari ini, Senin (2/2), menyatakan telah menetapkan Dr. P sebagai tersangka kasus tersebut. “Ditemukan cukup bukti telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pengadaan bus listrik tersebut,” tulisnya.

Diduga telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran dalam proyek pengadaan Bus Listrik tersebut yang dilakukan oleh Dr. P.

Nilai kontrak proyek pengadaan Bus Litrik ini sebesar Rp 24.488.750.000,- dan dalam realisasinya ditemukan penyimpangan oleh penyidik. Dimana realisasi pembayaran yang dilakukan tersangka kepada PT. SAP sebagai rekanan tidak sesuai dengan realisasi penyelesaian pekerjaan fisik dilapangan.

Dalam keterangan tertulis tersebut dinyatakan Dr. P dijerat dengan UU Tipikor (UU 31/1999) pasal 2 ayat 1, junto pasal 5 ayat 1 ke 1 UU 20/2001.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca