Kontras Kecewa Kapolri Sebut Sudah Maksimal Usut Kasus Munir

0
Jendral Sutarman

Jakarta – Pembebasan Polycarpus Budihari Priyanto terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Munir Said Thalib dinilai tidak adil. Pihak Kontras akan mengambil langkah untuk membuka kembali kasus yang terjadi 10 tahun silam tersebut.

Sementara itu Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Sutarman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan kasus tersebut dengan maksimal. Pasalnya, kasus itu sudah masuk dalam tahap vonis sehingga kinerja aparat kepolisian sudah selesai dalam tahap penyelidikan.

“Ya silahkan dibuka tapi dari aspek mana dibukanya? Polri sudah maksimal. Sampai dengan orang yang divonis bebas itu kan. Itu sudah sangat maksimal saya kira,” katanya di kantor pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Jumat (12/12).

Sutarman pun enggan membahas lebih jauh bila ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus pembunuhan Munir tersebut. Dia bertanya kepada awak media, siapa pihak yang diduga terlibat kasus itu selain Polycarpus.

Menanggapi hal itu, Wakil Koordinator Bidang Mobilisasi dan Strategi Kontras Jakarta Chrisbiantoro mengaku kecewa terhadap pernyataan Sutarman tersebut. Pasalnya, rekomendasi Tim Pencari Faakta (TPF) kasus tersebut belum pernah dibuka kepada publik.

Jadi, Chris menuding pernyataan Kapolri itu terlalu dini. Menurutnya, pihak kepolisian belum melanjutkan penyelidikan lanjutan kasus itu.

“Kami kecewa dan menyesalkan pernyataan kapolri, mengingat rekomendasi TPF bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum pernah dibuka ke publik, pernyataan Kapolri terlalu dini tanpa dilandasi oleh pengembangan penyelidikan,” katanya saat dihubungi fren247.com, Jumat (12/12).

‎Selain itu Chris menjelaskan bahwa pihak kepolisian harus melakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi-saksi yang belum diperiksa. Hal itu harus dilakukan untuk mengungkap tersangka baru yang terlibat dalam pembunuhan Munir.

“Pemeriksaan saksi yang belum diperiksa (harus dilakukan) dan kemungkinan adanya tersangka baru. Kontras akan mengirim surat protes,” tegas Chris.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca