Kompolnas Disarankan Buat Peringkat Terhadap Para Calon Kapolri

4
Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti

Jakarta – Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti berharap, penjaringan nama calon Kapolri yang dilakukan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tidak hanya sekedar formalitas semata untuk memenuhi peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, selain perlu melibatkan KPK dan PPATK dalam menelusuri rekening para calon Kapolri, Kompolnas juga perlu membuat pemeringkatan pada saat mengusulkan nama-nama tersebut kepada Presiden. Peringkat itu bisa disesuaikan berdasarkan nama calon yang direkomendasikan oleh Kompolnas.

“Kalau perlu, tentu saja tidak perlu menyebutkan aib seseorang, tetapi nomor urut ini disebutkan berdasarkan peringkat,” katanya di kantor ICW Jakarta, Jumat (09/01).

Selain itu, lanjutnya, ada baiknya bila pada saat melakukan fit dan proper test, Kompolnas juga perlu mengundang keterlibatan publik dalam menjaring nama-nama calon Kapolri mendatang.

Ray menambahkan, pemilihan calon Kapolri sangat menjadi sangat penting. Sebab, tugas pemberantasan korupsi sebenarnya juga diemban oleh Kepolisian dan Kejaksaan Agung disamping oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun demikian, hingga saat ini dirinya masih jarang mendengar Kepolisian secara aktif mengusut tuntas kasus-kasus korupsi. Padahal, ungkapnya, dalam postur legislatif saat ini, ada kesan yang kuat bahwa peran KPK disepelekan.

Oleh karena itu, peran pemberantasan korupsi ke depan juga sangat tergantung dua institusi penegak hukum lainnya. “Mau tidak mau, yang tersisa hanya dua institusi, yaitu Kejaksaan Agung dan Kepolisian,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca