Koalisi Mahasiswa se Bali Gelar Aksi tolak pelemahan KPK

0
Koalisi Mahasiswa se Bali gelar Akasi tolak pelemahan (KPK)

Denpasar – Koalisi Mahasiswa se Bali gelar Aksi tolak pelemahan Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK), aksi mahasiswa itu dimulai pukul 16:00 WITA di depan kampus Universitas Udayana (Unud) Jln. Soedirman Denpasar, Rabu (28/01/2015).

Dalam aksinya tersebut para mahasiswa selain berorasi, juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang menyatakan menolak adanya pelemahan terhadap KPK.

Seperti diketahui saat ini wakil KPK, Bambang Widjojanto tengah dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri. Pimpinan KPK yang lain pun sedang dilaporkan oleh beberapa pihak ke Bareskrim dengan berbagai tuduhan pidana.

Ketua BEM Universitas Udayana, Ni Nyoman Clara Listia Dewi mengatakan, mahasiswa di Bali menyayangkan gesekan antar dua lembaga penegak hukum, Polri dan KPK. Yang saat ini mulai meruncing menjadi saling menjatuhkan antar dua intitusi.

Dia menambahkan, masyarakat dibuat bingung oleh kisruh antar institusi penegak hukum ini. Ia meragukan komitmen pemerintah yang menaungi kedua lembaga ini dalam komitmennya mewujudkan Indonesia yang bebas tindak pidana korupsi.

“Makanya terakhir, menghentikan upaya pelemahan KPK karena kita semua sepakat KPK adalah lembaga yang mengurusi masalah korupsi, kita mendukung institusi KPK” terangnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi Mahasiswa Bali menuntut Polri dan KPK harus menghindari terjadinya muatan politik yang dapat menjatuhkan kredibilitas institusi.

Mahasiswa itu juga menuntut Polri dan KPK dapat bertindak transparan dalam proses hukum pada kasus yang ditangani.

Selain itu para demonstran itu mendesak Presiden Joko Widodo segera mengambil tindakan yang kongkret dan tegas dalam upaya penyelesaian masalah Polri dan KPK.

Aksi gabungan di antaranya BEM Fisip dan Organisasi Lini Masa berjalan dengan aman dan dijaga oleh aparat kepolisian. “Kami berharap bapak presiden kita bisa segera mengakhiri konflik yang terjadi antara KPK dan Polri, kami meminta tolong selamatkan KPK,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca