Ketua MK Tegaskan Tidak Pernah Ajukan Keberatan Soal Nama Anggota Pansel MK

1
Ketua MK, Hamdan Zoelva

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menegaskan MK tidak pernah melayangkan surat keberatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nama Todung Mulya Lubis dan Reffly Harun yang menjadi anggota Panitia Seleksi (Pansel) Hakim MK.

“Tidak pernah Mahkamah Konstitusi mengirimkan surat keberatan atau surat penolakan terhadap Pansel,” katanya kepada wartawan usai peresmian Pusat Sejarah Konstitusi di Gedung MK di Jakarta, Jumat (19/12).

Dengan demikian, ucapnya, tidak benar jika dinyatakan MK telah menolak dan keberatan terhadap keberadaan Todung dan Reffly di dalam keanggotaan Pansel MK. Sebab, tidak ada sama sekali kata-kata yang berisi keberatan atau penolakan dalam surat MK kepada Presiden beberapa waktu lalu. “Surat itu jelas sekali, tidak ada keberatan dan tidak ada penolakan,” tegasnya.

Mahkamah Konstitusi, ungkapnya, hanya mengirimkan surat pemberitahuan kepada Presiden sesuai dengan hasil rapat hakim konstitusi. Dalam surat tersebut, MK hanya memberitahukan kepada Presiden bahwa ada dua anggota Pansel yang sebelumnya sering menangani perkara di Mahkamah Konstitusi.

Oleh karena itu, lanjut Hamdan, informasi yang diberikan MK itu ditujukan sebagai bahan pertimbangan oleh Presiden. MK sama sekali tidak bermaksud mengganggu kewenangan yang dimiliki oleh Presiden. Karena bagaimanapun kewenangan untuk memilih anggota Panitia Seleksi MK adalah kewenangan Presiden.

“Itu kewenangan penuh dari Presiden. Jadi, sama sekali terlalu jauh, (kalau dikatakan) penolakan. Apa urusannya Mahkamah Konstitusi menolak Pansel. Kan itu urusannya Presiden. Tidak benar ada penolakan, maupun dinyatakan keberatan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo pada Kamis (11/12) lalu. Surat bernomor 2774 itu sebelumnya disebut-sebut merupakan penolakan MK terhadap penunjukan Todung Mulya Lubis dan Reffly Harun sebagai anggota panitia seleksi hakim MK.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca