Kabiro Keamanan Semen Tonasa main ancam dan tembak sembarangan

11

Makassar – Kepala Biro Keamananan PT. Semen Tonasa, Kapten Inf Markamran, dilaporkan ke Polisi Militer (POM) DAM VII Wirabuana Makassar, oleh pimpinan perusahaan pengangkutan semen curah , PT. Bulu Raya Perkasa (BRP), yang bernama Paharuddin,  Kamis (24/4).

Markamran dilaporkan karena mengancam supir dari PT BRP, yang bernama Erwin, saat sedang bertugas di area Pelabuhan Biringkassi, Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro – Pangkep, milik PT. Semen Tonasa.

Tidak hanya mengancam, tapi Markamran yang juga seorang perwira TNI AD sempat melepaskan beberapa kali tembakan di dekat supir tersebut. Tembakan yang dilepas saat itu tepat didekat telinga Erwin dan menimbulkan trauma pada supir PT BRP tersebut. 

Awal peristiwa itu bermula, saat Erwin hendak menyetor nota di pos keamanan pelabuhan Biringkassi, tapi tak disangkanya, Kamran datang dan langsung melepaskan tembakan. Hingga saat ini Erwin belum mau bekerja membawa mobil kembali, selain trauma juga takut dengan Markamran yang oknum TNI.

“Belum mau bawa mobil sampai sekarang, dia juga takut melapor karena dia pikir yang dia lawan tentara. Makanya saya yang melapor sebagai tanggung jawab saya sebagai pimpinan Erwin,” kata Paharuddin.

Paharuddin meminta agar pihak Polisi Militer segera bertindak, agar Kamran tidak mengulang perbuatannya yang sewenang-wenang.

“Saya minta untuk diproses. Kalau masih dia ulang saya akan melawan. Semut saja yang kecil melawan kalau diinjak,” kesalnya.

Sementara, Markamran yang dihubungi wartawan mengakui perbuatannya. Dia juga sudah memenuhi panggilan dari Den POM serta menjelaskan permasalahannya kepada Direksi Semen Tonasa.

Menurut Markamran tindakan yang dilakukan adalah bagian dari tugasnya untuk menjaga keamanan.

“Apa yang saya lakukan itu, adalah kewenangan seorang pengamanan dan saya juga tidak berani menembak orang sembarangan. Saya hanya menembak untuk peringatan saja. Sekali lagi, saya juga tidak berani menembak orang”, kata Markamran.

Kamran menambahkan, penembakan tersebut dia lakukan sebagai peringatan kepada satuan pengamanan (satpam) yang sudah berkali-kali kecolongan karena pencurian kabel. Dalam beberapa bulan ini di areal pelabuhan sering terjadi pencurian kabel, jelas Karman.

“Betul saya menembak, tapi itu untuk peringatan kepada satpam disana supaya lebih sigap menajga keamanan pelabuhan. bayangkan sudah berapa kali terjadi pencurian kabel disini, terakhir itu kabel sepanjang 170 meter lebih dicuri, harganya per meter Rp5 juta,” jelas Kamran.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca