Johan Budi: Pimpinan KPK Akan Sikapi Surat Bambang Widjojanto

1
Deputi Bidang Pencegahan KPK Johan Budi SP

Jakarta – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengambil sikap terkait surat permohonan pemberhentian sementara yang diajukan oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pencegahan KPK Johan Budi SP menanggapi surat yang diajukan Bambang Widjojanto setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan mendorong kesaksian palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010.

“Tentu pimpinan akan merapatkan dulu terkait surat Pak Bambang,” katanya di gedung KPK di Jl. HR Rasuna Said Jakarta, Senin (26/01).

Menurutnya, jika mengacu kepada pasal 30 UU KPK, maka pemberhentian pimpinan KPK yang dinyatakan sebagai tersangka dilakukan melalui sebuah Keputusan Presiden. “Keppresnya sampai hari ini belum ada. Surat itu (yang diajukan BW) juga, nanti akan disikapi pimpinan KPK,” jelasnya.

Dia tidak menampik bahwa berkurangnya jumlah pimpinan KPK akan berpengaruh kepada kecepatan proses penanganan perkara di lembaga anti rasuah itu. “Naif, apabila mengatakan pekerjaan KPK tidak terganggu, paling tidak kecepatan penanganan perkaranya,” tukasnya.

Namun demikian, dia menegaskan, program kerja KPK dalam menangani perkara maupun pencegahan korupsi akan terus berjalan. “Jadi, posisi (tersisa) 3 pimpinan tidak kemudian membuat pimpinan KPK berhenti melakukan tugasnya selaku pimpinan KPK,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca