Jika Budi Gunawan Ditahan KPK, Presiden Perlu Ulang Proses Pencalonan Kapolri

1
Diskusi Tarik Ulur Pengangkatan Kapolri

Jakarta – Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya menyatakan, persoalan pencalonan Kapolri terkesan menggantung pasca ditunjuknya Komjen Pol. Badrodin Haiti menjadi Plt. Kapolri mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Jenderal Sutarman.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai tersangka, meskipun belum melakukan penahanan terhadap kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) itu.

Oleh karena itu, dia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk memulai lagi pemilihan calon Kapolri dari awal jika Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan Komjen Pol. Budi Gunawan.

Menurutnya, penahanan terhadap calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi ke DPR beberapa waktu lalu itu bisa menjadi alasan kuat untuk memilih calon Kapolri yang baru.

“Kalau KPK sudah betul-betul menahan Budi Gunawan, bisa jadi alasan Presiden untuk melakukan proses lagi dari awal,” katanya dalam diskusi dengan tema Tarik Ulur Pengangkatan Kapolri: Penegakan Hukum dan Politisasi Pelantikan Kapolri di Jakarta, Kamis (22/01).

Yunarto menegaskan, bagaimana pun penunjukan Komjen Pol. Badorin Haiti sebagai Plt. Kapolri adalah pilihan paling moderat yang diambil Presiden. Pilihan ini, ungkapnya, konsisten dengan pernyataan Jokowi dalam konferensi pers sebelumnya, yaitu akan menghormati proses politik di DPR.

Selain itu, penunjukan Plt itu setidaknya bisa meredakan tensi yang panas di DPR. “Di satu titik, hal ini moderat dalam menghadapi DPR yang tensinya sangat panas,”pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca