Janji Jokowi yang di Gugat Tim Advokasi Jakarta Baru

0

Jokowi Bendera

Jakarta – Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru, Habiburokhman, mengatakan banyak janji-janji Jokowi yang disampaikan saat kampanye dalam PILGUB DKI 2012 yang belum terwujud, bahkan ada yang belum sama sekali direalisasikan. Padahal karena janji tersebutlah warga memilih Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI periode 2012-2017.

[ads2][ads1]

“Karena itu sangatlah tidak patut jika setelah terpilih sebagai Gubernur Jokowi justru meninggalkan tugasnya di tengah jalan,” ujar Habiburokhman, Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru.

Dengan siapnya Jokowi maju sebagai capres 2014 di saat baru menjabat sekitar 1,5 tahun, Jokowi telah mengabaikan janji-janjinya kepada rakyat Jakarta yang telah menjatuhkan pilihan kepada Jokowi.

“Kami mencatat ada belasan hal yang dijanjikan Jokowi secara terbuka kepada publik di berbagai tempat pada saat kampanye Pilgub, sebagian besar diantaranya belum direalisasi atau bahkan belum dimulai direalisasi sama sekali hingga saat ini” kata nya di jakarta sabtu (15/3).

Diantara janji-janji Jokowi yang belum direalisasikan antara lain, membenahi birokrasi agar pemerintahan berjalan bersih, transparan dan profesional, janji membangun Mal PKL, ruang publik dan revitalisasi pasar tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan, janji membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas, janji merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.

Selain itu Jokowi juga belum menunjukkan keberhasilan dalam menangani dua permasalahan paling serius di DKI Jakarta yaitu banjir dan macet.

“Secara kasat mata kita belum melihat ada pengurangan tingkat kemacetan, sementara penanganan banjir juga belum maksimal.” kata Habiburokhman.

Habiburokhman mengatakan, dirinya yakin bahwa Jokowi memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di DKI Jakarta jika diberi waktu yang cukup untuk memimpin pemerintah DKI Jakarta yakni lima tahun.

“Gugatan ini adalah bentuk konsistensi sikap kami senantiasa mendukung Jokowi untuk membenahi persoalan-persoalan pelik di DKI Jakarta yang selama ini tidak dapat diselesaikan oleh Gubernur-gubernur sebelumnya,” ujar dia.

Menurut dia janji-janji tersebut mengikat secara hukum dan menimbulkan kewajiban kepada Jokowi untuk memenuhinya karena dengan janji-janji tersebut Jokowi mendapatkan dukungan yang luar biasa dari relawan dan masyarakat luas hingga bisa memenangkan Pilgub DKI.

“Dalam konteks hukum, janji kampanye dan kontrak politik dapat dikategorikan sebagai perjanjian yang sah karena mengandung kesepakatan kedua belah pihak, dibuat oleh orang yang cakap, memiliki objek yang jelas dan memiliki causa yang halal,” ujarnya.

Janji- janji kampanye Pilgub Jokowi, katanya, hanya bisa dipenuhi jika Jokowi tetap menjabat sebagai Gubernur DKI sampai akhir masa jabatannya dan tidak bisa dipenuhi jika Jokowi meninggalkan tugas sebagai Gubernur DKI di tengah jalan termasuk jikapun Jokowi menjabat sebagai Presiden. “Kami sangat yakin bahwa gugatan kami akan dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena gugatan ini diajukan dengan argumentasi yang sangat meyakinkan dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang amat kuat,” tutup dia.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca