Hari ini Sidang Perdana Praperadilan, Budi Gunawan Tidak Akan Hadir

1
Calon Kapolri KomJen Pol. Budi Gunawan saat Fit & Proper Test di DPR RI

Jakarta – Sidang perdana perkara gugatan praperadilan Komjen Pol. Budi Gunawan (BG) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan berlangsung pagi ini, Senin (2/2), sekitar pukul 10.00 WIB. Namun Budi Gunawan sebagai penggugat kemungkinan besar tidak akan menghadiri sidang tersebut.

“Pak Budi kecil kemungkinan hadir dalam sidang, yang akan datang para pengacara pak BG mewakili,” ungkap Razman Nasution, salah satu tim pengacara BG kepada media di Jakarta, pagi ini, Senin (2/2).

Dijelaskan juga oleh Razman bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan penggugat untuk hadir dalam sidang praperadilan. “Cukup diwakili kuasa hukum saja‎,” katanya.

Sementara itu Denny Indrayana cukup khawatir atas jalannya sidang praperadilan yang akan mulai berlangsung hari ini. Hal ini dikarenakan Hakim tunggal yang ditunjuk untuk memimpin jalannya sidang, yaitu Hakim Sarpin Rizaldi, memiliki rekam jejak yang kurang baik.

“Beliau pernah delapan kali dilaporkan ke Komisi Yudisial, koq bisa dia ya yang dipilih ?” ungkap Denny dalam acara diskusi “Pengajuan Praperadilan Komjen Budi Gunawan” di kantor LBH Jakarta, Minggu (1/2).

Rencananya berbagai elemen masyarakat akan ikut mengawawasi jalannya sidang praperadilan hari ini, hingga pembacaan keputusannya nanti. “Kita khawatirkan ada indikasi mafia hukum yang bisa mempengaruhi putusan. Besok‎ kita kawal,” kata Denny.

Sebagaimana diketahui, Komjend Pol. Budi Gunawan calon Kapolri yang diusulkan Presiden Joko Widodo, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh KPK. Tidak terima dengan penetapan tersebut Budi Gunawan mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Banyak pakar hukum yang menyatakan gugatan praperadilan Budi Gunawan lemah dan tidak memiliki landasan hukum. Didalam KUHP gugatan praperadilan karena ditetapkan sebagai tersangka tidak ada.

Hal inipun pernah dinyatakan Polri saat kasus Polri versus KPK pada 2009, saat Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah mempraperadilkan polisi. Polri masa itu menyatakan tersangka tidak bisa melakukan gugatan praperadilan atas status tersangka yang disandangnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca