Gede Pasek Suardika : Anas Ibarat anak Kucing yang lemah

2

gede-pasek-suardika

Gede Pasek Suardika sahabat dekat Anas Urbaningrum (AU), tersangka Korupsi yang kini ditahan KPK, hari ini (13/1) menulis dilini masa nya kondisi Anas di percaturan politik tanah air. “AU hanya punya sedikit alat bermain utk hibur diri bernama PPI saja. Ibarat seekor anak Kucing yg lemah. Mjdi aneh kalau AU msh sj diburu” demikian salah satu twit dari Gede Pasek di akun twitternya .

[ads2][ads1]

Dilini masanya, Gede Pasek mencoba menggambarkan betapa aneh nya masih ada yang beranggapan Anas Urbaningrum masih “berbahaya” sehingga sedemikian di khawatirkan. Pasek menulis “Anomali ini disebabkan karena¬†ada gema kebenaran, ada desiran keadilan, ada denyut keyakinan pada banyak orang bahwa AU tdk bersalah”

Berikut lini masa dari Gede Pasek tersebut :

1. Malang mmg inspiratif banget. Udara sejuk pagi hr langsung merangsang ide utk ngetwit hal kecil utk menakar sosok AU dg kondisi saat ini.

2. Apakah AU masuk kategori orang kuat? Shg bisa mjdi ancaman banyak pihak? Maka jawabnya seperti yg mengalir di kultwit ini.

3. Secara formal, AU adalah figur yg sdh ‘habis’ dan tdk ada kekuasaan, kewenangan, atau pengaruh apapun scr formal. Jabatan DPR RI tdk ada.

4. Jabatan di partai pemenang sdh hilang 23 Feb setahun silam. Status formalnya justru sangat lemah, jd Tersangka kasus korupsi.

5. Scr Politik juga AU sdh tenggelam krn tdk ada jbtn politik apapun disandangnya. Bahkan karirnya sdh di euthanasia o/ status Tsk korupsi

6. AU hanya punya sedikit alat bermain utk hibur diri bernama PPI saja. Ibarat seekor anak Kucing yg lemah. Mjdi aneh kalau AU msh sj diburu

7. Dlm kondisi yg sebenarnya sdh tdk berbahaya lagi bagi banyak pihak, mjdi aneh msh ada yg merasa takut. Aplgi disebut-sebut AU mengancam.

8. AU itu Tsk, sdh ditahan, sdh berhenti di Demokrat, sdh tdk di DPR RI, sdh lemah. Tdk ada yg menakutkan lagi pd dirinya.

9. Kini Ia hanya fokus utk memperjuangkan kebenaran & keadilan yg diyakininya. Kalau ada yg aneh, anomali, berbalik analisa, AU terasa kuat

10. Sbnrnya itu tdk masuk akal & logika. Jadi tdk ada alasan ketakutan dr pihak manapun pd diri AU. Kekuatannya hanya tinggal sedikit

11. Tinggal kumpulan Kucing yg lemah. Shg pihak macan, singa, buaya selaku pihak kuasa, superbody tdk ada lg dicemaskan. Bisa tidur pulas

12. Kalau ada anomali, mungkin krn ada gema kebenaran, ada desiran keadilan, ada denyut keyakinan pada banyak orang bahwa AU tdk bersalah

13. Kasusnya agak sumir. Seakan jelas diburu bukan ditemukan. Kata “proyek-proyek lainnya’ seakan pintu utk mmburu kemana sj yg penting kena

14. Kalau AU msh terasa ada perlwnan, berarti ada serpihan2 kebenaran sdg dirangkainya. Kalau skrg makin banyak yg simpati itu krn nurani

15. Nurani di sebagian masyarakat (tdk semua lho) msh meyakini AU tdk bersalah. Sebab secara jelas terlihat ada nama lain begitu banyak….

16. Disebut, masuk dalam BAP, terlontar dr saksi di persidangan, bukti pengembalian uang ke KPK, jelas menerima dana dll tdk mjdi tersangka

17. Khusus AU spesial. Spesial soal momentumnya, spesial soal sprindiknya, spesial cara pengamanannya, spesial ditimpuk telor, spesial…

18. Gaya emosional para komisioner yg menjebloskannya spt kasus yg usik pribadinya sdri sj. Spesial mendptkan perhatian publik.

19. AU itu skrg sosok lemah. Tdk usah dikhawatirkan. Kekuatan dia hanya keyakinannya utk kebenaran & keadilan. Tambahan kekuatannya hanyalah

20. Tambahan vitamin keyakinan kebenaran &keadilan dr masyarakat. Utk itu, Mari segera bawa AU ke pengadilan agar episode ini makin jelas.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca