FITRA : Wajar Yance Ditangkap Kejagung Jika Terbukti Korupsi

0

Jakarta – Pegiat ‎Anti Korupsi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi menilai bahwa tidak ada operasi apapun dalam penangkapan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin (Yance) oleh Kejaksaan Agung. Menurutnya, kalau terbukti melakukan korupsi aparat hukum wajib menangkap.

“Malahan, penangkapan Yance ini terlalu lama, dan lambat untuk memproses secara hukum. Yance juga tidak begitu berpengaruh di Golkar. Jadi, penangkapan Yance proses hukum biasa dan kebetulan orang Golkar. Kebetulan juga Golkar sedang konflik Muywarah Nasional (Munas) dan jadi sorotan penguasa‎,” katanya kepada fren247, Senin (8/12).

Uchok mengatakan bahwa ‎penangkapan Yance tidak ada hubungan dengan Munas Golkar dan penolakan Golkar tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Perppu Pilkada). Karena, Yance bukan pengurus pusat tapi hanya pengurus atau ketua di Jawa Barat yang tidak punya pengaruh apapun di Golkar.

“Penangkapan Yance ini kasus lama dan kejaksaan terlalu lama untuk menyelesaikan kasus ini. Yance juga tanggal 24 Februari 2014 sudah menantang kejaksaan untuk menangkap dia. Ini terjadi sebelum suasana politik Golkar dan pemerintah memanas. Apalagi, sudah tiga orang jadi tersangka dalam kasus ini, sudah wajar Yance harus ditangkap juga,” ungkap dia.

Untuk diketahui, Yance diduga terlibat kasus korupsi miliaran rupiah dalam pembebasan lahan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu, Jawa Barat pada tahun 2004.‎ Sudah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kepala Bagian Hukum Indramayu, Daddy Haryadi, selaku sekretaris panitia pengadaan tanah untuk Kabupaten Indramayu, mantan Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Indramayu, Muhammad Ichwan dan Agung Rijoto dari PT Wiharta Karya Agung yang menjadi pihak ketiga dalam pembebasan lahan.

Pada tingkat Pengadilan Negeri, Agung Rijoto dibebaskan. Namun, dalam putusan kasasi, dia dihukum empat tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Selain itu, Yance diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca