Boni Hargens : Jokowi Harus Berani Mengatakan Tidak

0

Jakarta – Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens menganggap penetapan Komisaris Jendral (Komjen) Pol. Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) sebagai pelajaran berharga bagi Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, dengan kejadian ini publik bisa melihat secara jelas bahwa banyak masukan yang diberikan kepada Presiden Jokowi yang sebenarnya justru menyesatkan.

“Pelajaran ini mahal. Jokowi harus berani mengatakan “tidak” pada orang-orang kuat di sekitarnya yang memberikan masukan yang keliru,” katanya dalam rilis kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/01).

Selain itu, dia memberikan apresiasi yang tinggi kepada PPATK dan KPK yang dianggap telah memberikan dukungan pada cita-cita revolusi mental pemerintahan Jokowi. “Dua lembaga ini telah mewakili kehendak publik dalam menjamin pemerintahan bersih dan demokratis,” tegasnya.

Boni menambahkan, Jokowi perlu berada bersama-sama KPK dan PPATK untuk memerangi korupsi. “Kita berharap, ke depan Jokowi tetap bergandengan tangan dengan lembaga-lembaga ini supaya bisa secara sama-sama memerangi segala bentuk banditisme dalam politik dan dalam sektor lain seperti ekonomi dan hukum,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini, Selasa (13/1), KPK melalui ketuanya, Abraham Samad, mengumumkan peningkatan status kasus rekening gendut Budi Gunawan dari penyelidikan menjadi penyidikan sekaligus menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.

“Kita ingin sampaikan kasus transaksi mencurigakan pejabat negara. Perkara tersebut sudah ditingkatkan menjadi penyidikan dengan tersangka Komjen BG. (ditetapkan)  tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji saat menduduki kepala biro pembinaan karir,” jelas Samad dalam jumpa pers di kantor KPK, Kuningan, Selasa (13/1).

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca