Bimo Bantah Terlibat Kasus Bus Transjakarta

1
Michael Bimo Putranto (foto Tempo)
Michael Bimo Putranto (foto Tempo)
Michael Bimo Putranto (foto Tempo)

Jakarta – Michael Bimo Putranto datang ke kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Mengenakan swater hitam dan polo putih, dia tampak santai. Bimo–begitu ia biasa disapa–datang pukul 10.45 WIB bersama seorang rekannya.

[ads2][ads1]

“Saya ingin mengklarifikasi pernyataan Pak Wakil Gubernur,” kata Bimo di Balai Kota Jakarta, Rabu, 12 Maret 2014. Ia merasa keberatan atas pernyataan Ahok yang menyebut Bimo simpatisan nakal yang suka mencatut nama.

“Pak Ahok itu kan pejabat publik, jadi ucapannya harus bisa menjadi tuntunan juga,” ujar Bimo. “Kalau saya kan wong Solo, dadi bosone alus (Kalau saya kan orang Solo, jadi bahasanya halus).”

Bimo membantah pemberitaan yang menyebut dirinya terlibat dalam proyek bus Transjakarta. “Wong aku ki pengusaha kayu, mosok ngurus bus (Orang saya pengusaha kayu, masa mengurusi bus),” ujarnya.

Nama Michael Bimo Putranto disebut-sebut terlibat dalam proyek pembelian bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bus-bus tersebut diduga bermasalah. Bimo yang juga Presiden Pasoepati–klub pendukung Persis Solo,seperti dikutip Majalah Tempo edisi Senin, 10 Maret 2014, disinyalir turut bermain dalam proyek pengadaan bus Transjakarta.

Persoalan meledak awal Februari 2014, ketika ditemukan banyak kerusakan pada sebagian dari 90 bus baru yang diparkir di Unit Pengelola Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur. Baru sehari diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Jokowi, yakni pada 15 Januari 2014, beberapa bus mogok.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca