Bernuansa Politis kah Penangkapan Kader Golkar Yance ?

0

Jakarta – Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, menduga bahwa ada suatu kepentingan politik dibalik penangkapan kader Golkar Irianto MS Syafiuddin (Yance) oleh Kejaksaan Agung. Pangi heran atas penangkapan Yance tersebut pasalnya penetapan status tersangka nya sudah dari tahun 2010.

“‎Pertama, kasus Yance tersangka sejak tahun 2010 ditetapkan Kejaksaan. Pertanyaan retorisnya mengapa baru sekarang Yance ditangkap, kenapa tidak dari dulu?” katanya kepada fren247, Senin (8/12).

Pria yang akrab disapa Ipang ini mengatakan bahwa bagaimana kasus tersebut tidak bernuansa politis bila Jaksa Agung HM Prasetyo merupakan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kendati demikian kata Ipang, Prasetyo punya hak untuk menetapkan kader Golkar yang berseberangan dengan kepentingan politiknya.

“‎Ini bisa saja gertakan politik dari kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) lewat kaki tangannya, sinyal untuk kader Golkar versi Ical, jangan macam-macam dan hati-hati, kasus kader Golkar masih banyak yang mau ditelanjangi dan ditetapkan jadi tersangka berikutnya oleh lembaga Yudikatif,” ujar dia.

Menurut Pangi, ‎semua menunggu giliran ditetapkan jadi tersangka. Dia juga menyayangkan pola pemberantasan korupsi saling sandera, misal, politisi A menyandera B dan B menyandera C dan seterusnya.

“Nah yance aman ketika Jaksa Agung Basrief Arief orangnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena Demokrat satu koalisi dengan Golkar sehingga Yance aman selama 4 tahun, rezim bergeser baru hukum jadi tegak‎,” jelasnya.

‎Pangi menegaskan bahwa politikus relatif banyak bermasalah namun ada yang belum terungkap. Oleh karena itu, hal ini jadi tidak adil bila hanya kader Golkar yang ditangkap. Karena ada yang pintar menyimpan, ada yang bagus melobi dan negosiasinya.

“Namun seiring berjalannya waktu dan rezim berubah baru terungkap para bandit dan cukong politik. Menurut Saya tidak adil kalau itu hanya kader Golkar, saya ingin katakan relatif banyak di semua parpol, tapi itu tadi ada yang sudah dan ada yang belum terungkap, ada yang menunggu waktu dan menunggu rezim berganti,” tegas Pangi.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca