Alumni ITS Galang Aksi Dukungan Tolak Kriminalisasi KPK dan Reformasi Polri

5
Alumni ITS gelar aksi dukung KPK

Surabaya – Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggalang aksi mendukung penyelamatan KPK dan seruan reformasi total institusi Polri, Minggu (22/2) di lokasi Car Free Day Taman Bungkul Surabaya. Aksi berupa pembubuhan tanda tangan dukungan diatas spanduk yang disiapkan oleh pelaksana,

Agus Maksum, koordinator aksi menyampaikan melalui rilis yang diterima media bahwa upaya kriminalisasi terhadap KPK sudah berlawanan dengan semangat reformasi 98. Kriminalisasi terhadap KPK yang dibentuk sebagai lembaga untuk memerangi korupsi telah melemahkan lembaga tersebut.

“Lahirnya KPK karena di nilai lembaga penegak hukum yang ada seperti POLRI,Kejaksaan dan Kehakiman justru terindikasi sebagai lembaga yang paling korupsi itu sendiri.” jelas Agus.

Berikut isi rilis tersebut.

============

“SELAMATKAN KPK DARI UPAYA KRIMINALISASI DAN SERUAN REFORMASI TOTAL POLRI DARI OKNUM2 KORUPTOR DAN POLITISASI POLRI

Amanat reformasi 98 yang di tuangkan dalam TAP MPR XI th 98 adalah Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme

TAP MPR itu lahir dari gerakan reformasi yang memakan banyak korban dengan melewati periode gelap perjalanan bangsa di tahun 98.

Pelaksanaan TAP MPR tersebut adalah lahirnya lembaga KPK yang bertugas untuk melakukan pemberantasan Korupsi, lahirnya KPK karena di nilai lembaga penegak hukum yang ada seperti POLRI,Kejaksaan dan Kehakiman justru terindikasi sebagai lembaga yang paling korupsi itu sendiri.

Kini ketika KPK akan melaksanakan tugasnya pada oknum yang terindikasi korupsi pada lembaga POLRI mendapatkan perlawanan dengan Upaya Kriminalisasi pada pimpinan KPK dan berujung pada pencopotan pimpinan KPK.

Upaya kriminalisasi pada personal KPK tsb berlangsung sangat gamblang dan terbuka utk bisa baca di mengerti dan dipahami oleh khalayak ramai.

Selain itu Reformasi 98 juga menuntut sebuah tuntutan pemisahan POLRI dari ABRI dan penghapusan Dwi Fungsi ABRI yakni membersihkan TNI dan POLRI dari kegiatan politik dan menjadikan TNI sebagai Tentara profesional dan POLRI juga sebagai lembaga sipil profesional bertugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Tuntutan Reformasi pada TNI berjalan sangat baik dan kini kita memiliki TNI yg bebas politik dan berdiri di atas semua golongan.

Namun upaya Reformasi POLRI nampaknya masih jauh dari harapan.

Berbagai lembaga pemantau korupsi malah menempatkan POLRI sebagai lembaga paling korup.

Selain itu melalui berbagai kasus yg meresahkan masyarakat akhir-akhir ini memberikan indikasi kuat bahwa Pimpinan Polisi sangat kental bermanuver politik dengan partai tertentu sehingga menimbulakan kegaduhan dan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Merespon masalah di atas Maka

PW IKA ITS JAWA TIMUR MENGAJAK KHALAYAK RAMAI UNTUK

1.MENYELAMATKAN KPK DARI UPAYA KRIMINALISASI DAN PENGHANCURAN ATAU UPAYA INTERVENSI POLITIK YANG BISA MEMBUAT KPK MENJADI TIDAK INDEPENDEN DALAM MENJALANKAN TUGASNYA

2.SERUAN REFORMASI TOTAL PADA LEMBAGA POLRI DENGAN MEMBERSIHKANNYA DARI OKNUM-OKNUM YANG TERINDIKASI KORUPSI

3.MENJADIKAN POLISI SEBAGAI LEMBAGA PENEGAK HUKUM YANG PROFESIONAL DAN BEBAS DARI KEPENTINGAN POLITIK

PW IKA ITS JAWA TIMUR

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca