Akil Mochtar Akui Ada Pengaturan Saksi Sidang Pilkada Kotawaringin Barat

1
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Gedung-MK

Jakarta – Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), membenarkan telah terjadi pengaturan saksi-saksi dalam sidang sengketa hasil pemilihan kepala daerah Kotawaringan Barat pada tahun 2010 di Mahkamah Konstitusi.

“Ya memang ada pengaturan saksi-saksi,” kata Akil kepada media setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Bambang Widjojanto, wakil ketua KPK, Rabu (4/2) malam.

Pemeriksaan Akil sebagai saksi karena ia adalah ketua panel Hakim dalam sidang sengketa Pilkada tersebut. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 21.00 WIB sampai dengan 23.30 WIB. Setelah pemeriksaan, Akil langsung kembali menuju Rutan KPK.

Dijelaskan oleh Akil, saat itu pernah satu mobil dengan Bambang Widjojanto yang merupakan pengacara dari pasangan Ujang Iskandar dan Bambang Purwoko yang menggugat hasil pilkada Kotawaringin Barat. Bambang saat itu menumpang mobil Akil menuju kota Depok untuk pulang.

Dalam perjalanan itulah Bambang Widjojanto menceritakan rencana untuk memenangkan sengketa Pilkada Kotawaringin termasuk membicarakan saksi-saksi. Namun Akil tidak menjelaskan kepada media secara rinci seperti apa maksud pengaturan saksi-saksi tersebut.

Akil yang saat ini adalah seorang tahanan KPK, juga menjelaskan bahwa dia sebagai ketua panel Hakim tidak pernah ada transaksi atau menerima uang dari Bambang Widjojanto maupun Ujang Iskandar, yang akhirnya memenangkan sengketa tersebut.

Sebagaimana diketahui, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 23 Januari 2014, oleh Bareskrim Polri atas kasus rekayasa saksi palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada tahun 2010. Pelapor kasus ini adalah anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Sugianto Sabran.

Penetapan Bambang sebagai tersangka hanya berselang beberapa hari setelah KPK menetapkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka suap dan gratifikasi.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca