Ahok Kecewa Kasus Bus Transjakarta Tidak ditangani KPK

2

 bus Transjakarta

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kecewa dengan putusan penanganan kasus pengadaan bus Transjakarta berada di tangan Kejaksaan Agung (Kejagung), bukan di KPK.

[ads2][ads1]

“Itu kan hak Kejaksaan Agung untuk nyelidikin. Makanya saya bilang saya lebih suka KPK yang tangani. Kita khawatir kalau diselidiki Kejagung,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/2/2014).

Kekhawatiran mantan Bupati Belitung Timur itu, karena belajar dari pengalaman masa lalu yakni kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mobil pemadam yang berujung antiklimaks.

“Kita tunggu saja hasilnya seperti apa. Kalau dia enggak bedah kayak kasus Dinas Damkar, pasti bebas,” ujarnya.

Ahok berkelakar bahwa lebih enak jadi seorang presiden bisa mengatur penanganan kasus sesukanya. “Itu yang saya bilang kan. Mau jadi presiden kan. Bisa atur Kejaksaan Agung, yang nunjuk Kejagung kan presiden,” tandasnya,” tuturnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan kasus pengadaan bus Transjakarta di Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2013.

“Penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print-43/F.2/Fd.1/02/2014, tertanggal 26 Februari 2014. Semua pihak yang terkait dengan permasalahan tersebut akan dimintai keterangan, Adapun untuk pihak-pihak yang hadir masih dalam tahap dimintai keterangan,” ujarnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca