Walikota Solo Akan Ikut Demo Jika BBM Dinaikkan

2

Solo – Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan secara matang terkait keputusan yang akan diambil. Salah satunya terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pria yang akrab disapa Rudy ini sangat menentang kebijakan menaikkan harga BBM.

Sikap Rudy yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) kota Solo ini sangat berlawan dengan instruksi DPP PDIP yang meminta seluruh kader PDIP mendukung setiap kebijakan Pemerintahan Jokowi termasuk dalam hal kenaikan harga BBM jika nanti diambil.

Rudy menegaskan, jika BBM jadi dinaikan, ia tak segan-segan akan ikut demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM yang semakin membuat rakyat kecil sengsara.

“Kenaikan BBM bukan satu-satunya opsi terakhir di tengah harga minyak dunia (yang) mengalami penurunan. Sejak awal saya sudah bilang ke Pak Jokowi untuk memberantas mafia-mafia dahalu. Jika hal itu tak dilakukan dan malah menaikan harga BBM, itu tak akan menyelesaikan masalah,” ujar Rudy di Balai Kota Solo, Selasa (11/11).

Guna mengantisipasi kenaikan harga BBM, secara pribadi Rudy yang juga pernah mendampingi Jokowi sewaktu menjabat Walikota Solo beberapa tahun lalu, bakal mengirimkan surat kepada Jokowi. Dimana surat tersebut akan dia sampaikan sendiri kepada Jokowi.

“Kalaupun harga BBM dinaikan, harus ada perencanaan dahulu yang matang dan semua aspek sudah harus terkaji secara baik. Jika jadi naik, mungkin kenaikan itu diterapkan untuk pengguna mobil pribadi dahulu. Yang jelas penolakan saya ini bukan untuk mencari sensasi, namun saya ingin membuktikan konsistensi saya. Ingat tugas presiden yang utama untuk mensejahterakan rakyatnya, bukan untuk mengurus kenaikan harga BBM,” tegas Rudy.

MENARIK DIBACA

loading...

7 KOMENTAR

  1. Bbm bersubsidi / premium bukan standar nya lagi dipakai untuk motor atau mobil. Harusnya kendaraan semua menggunakan pertamax.
    Yang gak ngerti gak ush komen deh.
    Jokowi mau di usut apa nya broo?
    Situ emang punya rencana lain selain bbm di naikin buat bikin negara kita ini maju?
    Di singapore semua serba mahal, tapi rakyatnya hidup cukup bahkan gak ada pengemis. Disana gak ada pengangguran, bahkan kakek kakek renta bisa kerja wlpn cm jadi pemungut sampah di area mall.
    Kalo disini malah jadi tukang minta2.
    Maksudnya demi ambisi apa coba?
    Desa mana yg sengsara?
    Kalo sengsaraa, gak lah. Org desa skr pada punya hape kok buat chating dan telepon.
    Bisa nya cuma demo doank. Paling di bayar 50rebu sama nasi kotak…

Tanggapan Pembaca