Tingginya Angka Bunuh Diri di Bali, Gubernur Bali Minta Dicarikan Solusi

4
I Made Mangku Pastika, Gubernur Bali

Denpasar – Kasus bunuh diri di Bali saat ini terbilang cukup tinggi, memasuki bulan ketiga 2015 ini sudah ada 28 orang yang meninggal akibat bunuh diri.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meminta kepada akademisi, praktisi, tokoh agama, dan pihak kepolisian untuk mencarikan solusi, dan menghilangkan kasus bunuh diri tersebut.

Pastika mengaku, belum mengetahui apa penyebab warganya semakin marak bunuh diri. Masyarakat yang bunuh diri tidak hanya warga biasa, dari berbagai kalangan, seperti anggota kepolisian, pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, pekerja rumah tangga, bahkan mantan anggota DPRD kota Denpasar pun meninggal akibat gantung diri.

“Sebenarnya orang Bali bunuh diri ini tidak semua karena faktor ekonomi saja, tapi ada faktor-faktor lainnya. Untuk itu saya meminta agar dicarikan solusi bagaimana supaya masyarakat ini tidak mudah mengakhiri hidupnya, kalau bisa juga untuk menghilangkan kasus ini,” ungkapnya dalam seminar sehari dengan tema “Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bali”, yang diadakan di Komando Resor Militer 163 Wira Satya, Denpasar, Selasa (03/03).

Pastika juga menjelaskan, di Bali tidak hanya terjadi kasus bunuh diri yang tinggi, tapi kasus sakit jiwa, depresi, dan stress pun semakin tinggi.

Untuk menghindari terjadinya bunuh diri, Pastika meminta agar masyarakat lebih terbuka, dimana ketika memiliki masalah lebih baik menceritakan kondisi dirinya kepada teman, saudara atau keluarga lainnya supaya dicarikan solusi.

“Semua masalah itu pasti ada solusinya, jangan sedikit-sedikit bunuh diri. Orang bunuh diri itu tidak mau hidup lama-lama, dia takut hidup. Saya menghimbau kepada masyarakat Bali supaya untuk melanjutkan hidup, jangan mudah putus asa atau menyerah. Hidup ini sangat berharga tidak semua mahluk diciptakan tuhan menjadi manusia,” tutupnya

Sementara itu berdasarkan data Polda Bali, orang Bali meninggal akbat bunuh diri trendnya cukup tinggi. Pada tahun 2004 warga Bali bunuh diri sekitar 180 orang. Hampir tiap hari ada warga yang bunuh diri, jumlah kasus bunuh diri tahun 2014 sekitar 120 kasus mengalami peningkatan dibandingkan dnegan tahun 2013 lalu terdapat 95 kasus.

Memasuki bulan ketiga 2015 ini sudah ada 28 kasus bunuh diri. Seperti yaang terjadi sebulan lalu dimana ada satu keluarga meninggal dengan membakar diri di daerah Klungkung.

Luh Ketut Suryani, seorang profesor ahli jiwa dari Bali mengatakan, dari data yang ada, kasus bunuh diri paling tinggi terjadi pada tahun 2004, yang mencapai 180 kasus.

Dia mengatakan, kasus bunuh diri ini sangat membahayakan. Namun ia mempertanyakan apakah ada orang yang peduli dengan maraknya kasus bunuh diri ini.

“Dari dulu kami sudah mengatakan untuk stop bunuh diri, tapi masyarakat baru sadar atau terkejut baru-baru ini,” katanya saat giliran menyampaikan materi di seminar tersebut.

Kasus bunuh diri ini bukan hal yan baru, dia menambahkan, sebenarnya orang yang bunuh diri itu tidak ingin bunuh diri, tapi mereka binggung apa yang akan dilakukan.

Pendiri CASA (Committee Against Sexual Abuse) ini juga menyatakan, masyarakat jangan langsung menuduh orang bunuh diri itu putus asa, jangan terlalu minor terhadap korban-korban bunuh diri.

“Kita sudah mengumandangkan melalui media, jangan lakukan itu, stop bunuh diri sekarang juga. Sebenarnya saya kecewa dengan masyarakat yang mengangap orang bunuh diri ini putus asa,” terangnya.

Dia menambahkan, sekarang ini bagaiaman mengingatkan warga yang dalam keadaan sulit supaya tidak bunuh diri. “Mereka itu harus diingatkan, disadarkan, jangan dibiarkan sendiri. Diingatkan dengan keluarganya, bahwa dia memiliki anak dan istri,” paparnya.

Kasus bunuh diri ini sangat membahayakan, saat ini remaja yang bunuh diri mencapai 14 persen. Sedangkan sisanya diatas umur 50 tahun.

“Anak-anak bunuh diri ini menunjukkan situasi yang tidak nyaman. Rata-rata yang bunuh diri ini kebanyakan laki-laki,” pungkasnya

Seminar "Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bali"
Seminar “Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bali”

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca