Satu Persatu Kejanggalan Kasus Bambang Widjajanto Terungkap

1
Bukti laporan Sugianto Sabran ke Bareskrim Polri

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto, ditetapkan oleh Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan rekayasa kesaksian palsu pada sidang sengketa pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2010. Masa itu Bambang Widjajanto merupakan pengacara dari Ujang Iskandar calon Bupati yang mengajukan gugatan hasil Pilkada di MK.

Penetapan Bambang Widjajanto sebagai tersangka dan proses penangkapannya dinilai berbagai pihak banyak kejanggalan. Banyak yang menduga ini adalah upaya kriminalisasi pada pimpinan KPK akibat ditetapkannya Calon Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK.

Berikut beberapa kejanggalan yang dirasakan berbagai pihak :

1. Tanggal bukti lapor yang tidak sama

Pada hari penangkapan Bambang Widjajanto, Jumat (23/1) pagi, Irjen Pol Ronny Sompie dalam keterangannya pada media menyampaikan bahwa kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat ke Bareskrim pada tanggal 15 Janurai 2015. Pelapornya adalah Sugianto Sabran, Politikus PDIP.

Namun berdasarkan bukti surat keterangan lapor yang diperlihatkan Sugianto Sabran ke media pada Jumat siang, ternyata surat laporan tersebut tertanggal 19 Januari 2015. Praktis hanya dalam waktu 4 hari dari pelaporan, Bambang Widjajanto yang merupakan Pimpinan KPK, ditetapkan sebagai tersangka.

Bambang sempat surprise dengan kecepatan Polri menetapkan dirinya sebagai tersangka. “Saya merasa teman-teman polisi sudah meningkat, dalam aturan KUHAP disebutkan perkara harus cepat dan murah, mudah-mudahan bisa masuk di Guinness World Record,” sindirnya.

2. Pimpinan Penyidik adalah saksi untuk kasus suap dan gratifikasi Komjen Budi Gunawan

Brigjen Pol Herry Prastowo, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri adalah pimpinan tim penyidik yang menetapkan Bambang Widjajanto sebagai tersangka kasus yang dilaporkan Sugianto Sabran.

Herry ini jugalah yang dipanggil oleh KPK sebagai saksi untuk kasus tersangka suap dan gratifikasi Komjen Budi Gunawan. Ia dipanggil oleh KPK pada Senin (19/1) tapi tidak datang dengan alasan sedang bertugas ke luar negeri.

Brigjend Herry Prastowo pada tahun 2006 pernah tersangkut kasus rekening gendut Komjend Budi Gunawan, yang masa itu menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Sumber Daya Manusia Polri. Didugan Herry mentransfer uang ke rekening Budi Gunawan sebesar Rp 300 juta untuk kepentingan mutasi di Polri. Namun kasus ini dibantah oleh Bareskrim Polri pada masa itu dan transaksi keuangan pada rekening Budi dianggap wajar.

3. Kasus lama yang laporannya sudah pernah ditarik

Kasus yang disangkakan ke Bambang Widjajanto adalah kasus lama, yang terjadi pada tahun 2010. Pelapor kasus ini pada masa itu adalah Sugianto Sabran, Politikus PDIP. Namun kasus ini sudah ditarik oleh palapor beberapa tahun lalu.

Kasus ini sempat mencuat kembali saat Bambang Widjajanto pada tahun 2011 ikut seleksi Pimpinan KPK. Namun berdasarkan hasil penelusuran serta fit dan proper test yang dilakukan tim seleksi Pimpinan KPK, kasus ini tidak terbukti dan Bambang dianggap bersih dari kasus yang dituduhkan tersebut.

 4. Proses penangkapan yang dinilai cacat hukum

Penetapan Bambang Widjajanto sebagai tersangka yang tergolong sangat cepat, hanya 4 hari dari laporan, diiringi dengan penangkapan yang dinilai pihak cacat hukum. Bambang ditangkap pada Jumat (23/1) pagi, tanpa pernah sekalipun diberitahu melalui surat, ia adalah tersangka atas suatu kasus.

Selain tidak tahu bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka, Bambang juga belum pernah sekalipun diperiksa oleh Bareskrim Polri. Tiba tiba saja pada Jumat (23/1) tersebut Bambang ditangkap oleh penyidik Polri.

Dalam proses penangkapan, penyidik diduga bertindak diluar prosedur dan cacat hukum. Dimana penangkapan dilakukan dihadapan anak Bambang serta tangan pimpinan KPK tersebut di borgol dengan sangat kasar. Selain itu penyidik selama proses penangkapan dan dalam perjalan ke Bareskrim telah melakukan kekerasan verbal kepada Bambang.

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca