Petugas ATC Dan Angkasa Pura Dimutasi Terkait Pembekuan Izin Air Asia QZ-8501

3
Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Djoko Murdjiatmo memberikan keterangan pers terkait lost contact Air Asia QZ-8501, Minggu (28/12)

Jakarta – Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Djoko Murjatmojo mengambil tindakan tegas atas perubahan izin jadwal terbang pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ-8501 rute Surabaya – Singapura, pulang pergi.

Setelah Kemenhub membekukan izin terbang Air Asia QZ-8501, karena melanggar jadwal terbang yang sudah ditetapkan, Dirjen Perhubungan Udara mengambil tindak juga terhadap petugas yang terkait dengan insiden perubahan jadwal terbang tersebut. Kemenhub telah meminta kepada instansi terkait tempat petugas bersangkutan bekerja untuk melakukan mutasi.

“Ini yang perlu disampaikan (tindakan tegas Kemenhub), untuk tahap awal memberikan instruksi Airnav untuk mengambil langkah awal, memindahkan yang di lapangan terkait kejadian ini,” jelas Djoko kepada media dalam konferensi pers di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (5/1).

Petugas yang dimutasi adalah yang terkait insiden ini, baik dari Perum Airnav, ATC Bandara Juanda juga dari PT. Angkasa Pura I. Bahkan disampaikan juga tindakan tegas juga akan dilakukan kepada pejabat dilingkungan Kemenhub jika ditemukan kesalahan.

“Kalau dari Kementerian Perhubungan, ada yang salah, juga akan ditindak. Kami tidak boleh diskriminatif dan standar ganda,” tegas Djoko.

Sebagaimana diketahui, Kemenhub telah mengambil tindakan tegas membekukan izin penerbangan Air Asia QZ-8501 karena ditemukan pelanggaran izin jadwal terbang yang telah ditetapkan Kemenhub bagi Air Asia rute Surabaya – Singapura. Pesawat dengan kode penerbangan QZ-8501 ini lah yang mengalami musibah jatuh di perairan Pangkalan Bun pada Minggu (28/12) lalu. Dan jadwal penerbangan hari Minggu itu bukan jadwal yang sesuai dengan izin dari Kemenhub.

Berdasarkan izin yang dikeluarkan Kemenhub, Air Asia QZ-8501 semestinya memiliki jadwal terbang pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 5.20 WIB take off dari Juanda Surabaya. Namun pihak Otoritas penerbangan sipil Singapura (Civil Aviation Authority of Singapore – CAAS) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang berbeda dari keterangan Kemenhub. CAAS menyatakan izin jadwal terbang Air Asia QZ-8501 adalah benar sesuai yang dilakukan Air Asia selama ini, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu dari Surabaya menuju Singapura dan mendarat pukul 8.30 waktu Singapura.

 

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca