Pajak E-Commerce Dikhawatirkan Mematikan UKM

2

Denpasar – Menteri Keuangan akan mengenakan pajak bagi pengusaha yang berjualan di internet atau yang biasa disebut dengan e-commerce, termasuk para pengusaha kecil menangah.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra, penerapan pajak bagi e-commerceitu harus dikaji dengan matang. Menurutnya, para UKM ini usahanya masih kecil dan keuntunganya pun masih belum banyak, ketika UKM belum berkembang tapi sudah dikenai pajak, dikhwatirkan para UKM ini akan mati.

“Pembayaran pajak tidak akan merugikan mereka tapi mengurangi pendapatan mereka,” jelasnya, saat ditemui di Dinas Koperasi dan UKM di Denpasar, Jumat (06/02).

Sebelumnya pemerintah telah mendorong para pengusaha untuk mengunakan internet dalam memperomosikan dan menjual produknya, supaya dikenal oleh masyarakat luar. Tapi setelah melek media saat ini justru pemerintah akan mengenakan pajak bagi pengusaha mikro kecil.

Dia juga agak sedikit heran dengan kebijakan pemerintah. Tambahnya, saat ini ada 1.000 UKM baru di Bali, ketika UKM baru muncul sudah dikenai pajak,secara otomatis para UKM itu akan mati tidak bisa bertahan.

“Bila pemerintah mau menerapkan hal tersebut, pemerintah harus survey dulu, UKM yang berpengahasilan kisaran berapa yang akan dikenai pajak. Kalau UKM yang baru muncul tapi sudah dikenai pajak kami khawatir para pengusaha kecil ini akan mati. Baru mau tumbuh tapi dimatikan,” paparnya.

Dia mengatakan, para e-commerce boleh dikenai pajak asal omzetnya sudah tinggi, seperti toko online yang sering iklan di televisi-televisi. “Kalau perusahaan yang menjual barangnya lewat online seperti lazada atau semacamnya itu tidak masalah mereka itu dikenai pajak, tapi kalau usaha baru merintis itu kami tidak setuju,” jelasnya.

Dia mengaku tidak mengetahui data persis berapa jumlah UKM di Bali yang sudah melek media. “Paling tidak ada sekitar 5 persn para UKM ini sudah melek media, sebab dulu kita pernah sosialisasi pentingnya menggunakan internet,” ujarnya.

Data terakhir Dinas Koperasi dan UKM 2014 jumlah UKM di Bali sekitar 260 ribu, dia mengatakan, bahwa setiap tahun dinas koperasi dan UKM menargetkan pertumbuhan UKM sekitar 5 persen. “UKM ini fluktuatif, paling tidak pertumbuhan UKM setiap tahun di Bali sekitar 5 persen,” ungkapnya.

Ia berharap, menjelang Masyarakat Ekonomi Asean diharapkan produk para UKM mampu bersaing dengan produk luar negeri. “Kita saat ini terus membimbing mereka, apa kekurangan produk mereka selalu kita evaluasi,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca