Menko Polhukam Tedjo Edhy Dilaporkan ke Bareskrim Pasal Penghinaan

2
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, memberi keterangan Pers

Jakarta – Pernyataan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno yang menyebut masa rakyat yang memberikan dukungan pada KPK dengan sebutan “rakyat yang tidak jelas”, berbuntut panjang. Setelah sebelumnya banyak mendapat kecaman dari berbagai tokoh, termasuk dari sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo, hari ini, Tedjo Edhy dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan, yang melaporkan Tedjo Edhy ke Bareskrim Polri atas pernyataan Tedjo Edhy tersebut. Tedjo dianggap telah melakukan penghinaan kepada rakyat dan memenuhi unsur pidanan yang terdapat dalam Pasal 310 dan 311 KUHP.

“Pak Menteri (Tedjo Edhy) kami anggap telah melakukan penghinaan kepada rakyat Indonesia. Dengan mengatakan rakyat yang mendukung KPK, yang ada di gedung KPK, sebagai rakyat yang tidak jelas,” jelas Azas di gedung Bareskrim Polri, Senin (26/1).

Azas meyakini Polri akan menindaklanjuti laporan tersebut apalagi ada bukti yang sudah diberikan. “Kami serahkan Bareskrim untuk menangani, kami sudah punya bukti, pasal penghinaan,” katanya.

Sebagaimana diketahui Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pada Jum’at (23/1) pagi. Penangkapan tersebut karena Bambang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Operasi penangkapan ini dikecam berbagai pihak dan dianggap sebagai cara Polri untuk melemahkan KPK. Penetapan Bambang sebagai tersangka dianggap bentuk perlawanan Polri karena Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sejak Jumat pagi, masa rakyat berdatangan ke Gedung KPK untuk memberikan dukungan. Banyak tokoh masyarakat yang mendatangi gedung KPK untuk ikut memberikan dukungan. Masa rakyat inilah yang kemudian dituduh oleh Menko Pulhukam Tedjo Edhy sebagai rakyat yang tidak jelas, dalam suatu wawancara dengan media di Istana Presiden pada Sabtu (24/1).

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca