Megawati-Prabowo harus Kembali Koalisi

0

megawati-sukarnoputri-prabowo-subianto

Jakarta – Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke-Circle, menyarankan Megawati Soekarnoputri , Ketua Umum PDI-P, untuk kembali berkoalisi dengan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Tujuannya untuk mengimbangi kekuatan Rezim SBY yang terdiri dari Parpol penyokong pemerintah saat ini, yang terbukti masih mempunya dukungan signifikan berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) Pileg 2014.

[ads1][ads2]

“Itu hanya bisa dilawan dengan Mega-Pro (Megawati-Prabowo). Kalau tidak memungkinkan Mega-Pro karena Prabowo elektabilitasnya sudah lebih tinggi (dibanding Mega), bisa Prabowo-Puan Maharani,” ujar Syahganda dalam diskusi Suksesi Kepemimpinan Nasional di Tengah Capres Bermasalah yang digelar Himpunan Aktivis Mahasiswa Universitas Nasional  (Hamas) di gedung Juang, Jakarta, (Senin, 14/4).

PDI-P dan Gerindra, sebagai Partai yang selama ini beroposisi dengan pemerintahan SBY, akan membuat massa simpatisan bingung jika mereka malah berkoalisi dengan partai yang merupakan penyokong pemerintahan SBY.

“Selama ini menghantam SBY sebagai neolib, tapi tiba-tiba pasangannya Prabowo dengan Hatta (Rajasa), yang orang SBY atau Jokowi dengan Surya Paloh. Padahal, dia (Surya Paloh) jelas Soehartoisme. Jadi nilai apa yang akan diwariskan Megawati. Padahal selama ini menggaungkan kemandiran, kedaulatan, yang tidak terlalu pro barat. Makanya, harus dengan Prabowo, bukan Surya Paloh,” tegas Syahganda.

Saat ditanya soal posisi Joko Widodo (Jokowi) yang sudah diumumkan sebagai calon Presiden dari PDI-P, Syahganda menyarankan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati untuk membatalkan pencapresan Jokowi. Karena Gubernur DKI Jakarta itu sudah terbukti tidak berhasil mengangkat suara partai berlambang kepala banteng tersebut  dalam pemilihan legislatif kemarin.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca