Indeks Kebahagiaan 2014, Penduduk Ranah Minang Termasuk Paling Tidak Bahagia

12
Rumah Adat Minang (foto doc : eldy7.wordpress.com)

Jakarta – Biro Pusat Statistik (BPS) baru saja mengeluarkan hasil survei tingkat kebahagian di Indonesia atau Indeks Kebahagiaan 2014. Hasil survei menunjukan Indeks Kebahagiaan Indonesia mengalami peningkatan 3,17 pada tahun 2014 menjadi 68,28 dibanding tahun 2013 sebesar 65,11. Indeks Kebahagian diukur pada skala 0 – 100.

Dari hasil survei didapat daerah yang paling rendah tingkat kebahagiannya; Papua (60,97), Nusa Tenggara Timur (66,22) dan Sumatera Barat (66,79). Daerah paling bahagia di Indonesia adalah Riau (72,42), Maluku (72,12) dan Kalimantan Timur (71,45).

“Menurut daerah, ada tiga provinsi yang paling tinggi indeks kebahagiaannya, yaitu Riau, Maluku, dan Kalimantan Timur,” kata Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).

“Di Kalimantan Timur ada sumber minyak dan penduduknya tidak begitu besar. Kalau di Riau, ada daerah perdagangan bebas yang perekonomiannya paling bagus. Jadi, tingkat kebahagiaannya tinggi,” jelas Suryamin.

Posisi Sumatera Barat dan Papua sebagai daerah terendah dalam Indeks Kebahagiaan ini cukup mengejutkan. Papua adalah daerah yang kaya SDA dengan keberadaan tambang terbesar di dunia, PT. Freeport, dan hasil Migas serta hutan yang tidak kalah besar. Demikian juga Sumatera Barat atau Ranah Minang adalah daerah dengan tingkat pendidikan tinggi di Indonesia serta sosial budayanya yang kuat.

Sebagaimana dijelaskan dalam situs BPS (www.bps.go.id), Indeks Kebahagiaan adalah Indeks yang berdasarkan pada indikator subyektif yang diukur secara rata-rata dari individu. Indikator berupa tingkat kepuasaan dengan skala 0 – 100 pada 10 aspek kehidupan yang esensial, yaitu 1. Kesehatan, 2. Pendidikan, 3. Pekerjaan, 4. Pendapatan rumah tangga, 5. Keharmonisan keluarga, 6. Ketersediaan waktu luang, 7, Hubungan sosial, 8. Kondisi rumah dan aset, 9. Keadaan lingkungan, dan 10. Kondisi keamanan.

Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2014 di provinsi Sumatera Barat, mengambil sampel sebesar 2.368 rumah tangga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Responden di perkotaan lebih kecil dibanding perdesaan, masing-masing 40,08 persen dan 59,92 persen.

Tingkat kepuasan penduduk Sumatera Barat terhadap keharmonisan keluarga adalah paling tinggi (78,87). Sementara itu, tingkat kepuasan terendah terjadi pada aspek pendidikan (57,04). Berdasarkan jenis kelamin Wanita Minang (67,09) lebih bahagia dari Pria (66,28). Yang tinggal di kota (68,72) lebih bahagia dari yang tinggal di desa (65,60).

 

Indeks Kebahagiaan Sumatera Barat dalam 10 Indikator
Indeks Kebahagiaan Sumatera Barat dalam 10 Indikator

 

Indeks Kebahagiaan Sumatera Barat 2014
Indeks Kebahagiaan Sumatera Barat 2014

MENARIK DIBACA

loading...

59 KOMENTAR

  1. Gu ber harap, dima na kta berdiri, di situ lah, tingkat yang paling bahagia,asik,nyaman bgi kita,
    yea mes kipun, kita ting’gal di tempat,yang paling plosok ndeso, sedunia,
    usaha tuk tetap enjoe…

  2. Kulegha Ang Asa Ka Survey Jo…Mewah Nah Hiduik Urang Minang Lai…Sedangkan Dikota kota Indonesia Jo Nasi Padang Nan Paliang Lamak.yang survey ko kalau mkn nasi padang ka ateh lubang ikua nyo maj

  3. Kami orang sumbar hidup damai dalai iman….sedang kan riau kota panas…banyak lonte nya……dan anak orang di jual jadi lonte…trus bawa ke malaysia jadi tkw di siksa di sana…………

    • Pk…… Kita positif thinking azza… Gak boleh jelekin daerah….. Yang kurang ajar kan orang yang survey…. Kalamak diparuik apaknyo yo mah….. Maaf yo pak kritik stek

  4. Kami orang sumbar hidup damai dalai iman….sedang kan riau kota panas…banyak lonte nya……dan anak orang di jual jadi lonte…trus bawa ke malaysia jadi tkw di siksa di sana…………

Tanggapan Pembaca