Imam Prasodjo : Apa Yang Tengah Diperjuangkan Menko Polhukam Tedjo Edhy ?

2
Meme dilaman akun facebook Imam Prasodjo

Jakarta – Pernyataan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno pada Sabtu (24/1) yang menyebut masa rakyat sipil yang memberikan dukungan pada KPK sebagai rakyat yang tidak jelas, menuai kritik dari berbagai kalangan. Pernyataan Tedjo dikecam karena tidak memahami aspirasi rakyat yang memiliki perasaan yang sama untuk mendukung KPK akibat penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Sosiolog Imam Prasodjo, mengkritik keras pernyataan Tedjo Edhy yang dianggap tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. Dengan keras dilaman akun media sosialnya, Imam Prasodjo menyebut dirinya lebih bangga di sebut sebagai bagian rakyat yang tidak jelas yang dituduhkan Menko Polhukam.

“Maka aku tanpa ragu katakan pada Tedjo Edhy: Aku bangga menjadi bagian rakyat yang tak jelas itu.” tulis Imam.

Imam menegaskan bahwa di dada rakyat yang dituduh Tedjo Edhy tidak jelas tersebut ada yang diperjuangkan. “Ada cita-cita, ada semangat, ada ruh, ada perjuangan yang sangat jelas. Perjuangan itu adalah membersihkan praktik-praktik korupsi dari bumi Indonesia,” jelasnya.

Dibagian akhir, Imam Prasodjo yang juga mantan anggota tim seleksi pimpinan KPK, mempertanyakan apa sesungguhnya yang sedang diperjuangkan Tedjo Edhy.

“Apa yang tengah engkau perjuangkan? Apa yang ada dalam fikiranmu? Dan gejolak apa yang ada dalam hatimu, bila engkau memang punya hati?” tanya nya.

Sebagaimana diketahui Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pada Jum’at (23/1) pagi. Penangkapan tersebut karena Bambang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Operasi penangkapan ini dikecam berbagai pihak dan dianggap sebagai cara Polri untuk melemahkan KPK. Penetapan Bambang sebagai tersangka dianggap bentuk perlawanan Polri karena Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sejak Jumat pagi, masa rakyat berdatangan ke Gedung KPK untuk memberikan dukungan. Banyak tokoh masyarakat yang mendatangi gedung KPK untuk ikut memberikan dukungan. Masa rakyat inilah yang kemudian dituduh oleh Menko Pulhukam Tedjo Edhy sebagai rakyat yang tidak jelas.

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca