Hakim Tunggal Praperadilan BG Beberapa Kali Diadukan ke KY Dugaan Suap

0
Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana

Jakarta – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menetapkan Hakim tunggal yang akan menangani perkara gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan (BG) terhadap Komisi Pemberantasan Korupis (KPK). Hakim yang ditunjuk untuk menyidangkan perkara ini adalah Hakim Sarpin Rizaldi. mantan Hakim di pengadilan negeri Medan.

Penetapan Sarpin sebagai Hakim yang akan mengadili perkara praperadilan Budi Gunawan tersebut menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Hal ini disebabkan rekam jejak Sarpin sebagai Hakim yang sering diadukan masyarakat pencari keadilan.

Denny Indrayana, mantan wakil menteri Hukum dan HAM era Presiden SBY, termasuk yang khawatir dengan penetapan Sarpin sebagai Hakim tunggal.

“Beliau pernah delapan kali dilaporkan ke Komisi Yudisial, koq bisa dia ya yang dipilih ?” ungkap Denny dalam acara diskusi “Pengajuan Praperadilan Komjen Budi Gunawan” di kantor LBH Jakarta, Minggu (1/2).

Dijelaskan oleh Denny, Hakim Sarpin selain berkali kali dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) atas perkara yang ditanganinya, juga pernah dilaporkan atas kasus suap dan membebaskan terdakwa korupsi.

Denny berharap berbagai pihak ikut mengawasi proses persidang praperadilan tersebut. “Kita khawatirkan ada indikasi mafia hukum yang bisa mempengaruhi putusan. Besok‎ kita kawal,” tegas Denny.

Ditambahkan oleh Denny, bahwa sesuai aturan perundangan yang berlaku tidak dapat mempraperadilkan status tersangka. Sehingga menurutnya, Hakim yang menyidangkan perkara harusnya bisa menolak gugatan tersebut.

“Ini perkara simpel, kalau di KUHAP jelas ditekankan tidak mengatur status tersangka di praperadilankan, harusnya putusan tidak dapat‎ diterima karena bukan yurisdiksi praperadilan,” jelas Denny.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca